GUBUK | Gudang Buku Kristen Online


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Bab 14 -- Pertanyaan 1

Apakah Anda sudah menerapkan petunjuk-petunjuk tersebut sebelumnya?

Poedjo Soetrisno: Petunjuk terakhir dari penulis adalah
1. Pekerjaan Aktual yang harus dilaksanakan orang percaya yang intinya adalah beriman kepada Kristus dan mohon pertolongan Nya saja ,jangan mengandalkan kemampuan diri sendiri
2.Pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita yang memampukan kita melawan keinginan akan Dosa .
Sejujurnya berusaha sesuai anjuran punulis sudah dicoba lakukan tetapi masih jauh dari cukup hasilnya sebab pengandalan akan kemampuan diri sering labih dominan sehingga justru menghambat kerja Roh kudus.

Suratman Aripin: Melalui buku yang kita diskusikan bersama, saya menyadari tidak jarang saya mengatasi dosa dengan kemampuan saya sendiri dan sering kali tertipu oleh hati saya sendiri, saat ini saya terus belajar untuk memohon Perolongan ROH KUDUS dalam mengatasi dosa saya dan belajar tereus mendekatkan diri dengan Firman TUHAN.

Young Joseph Xie: Tanpa pertolongan Roh Kudus , jangan harap manusia dapat selalu bertindak benar , bahkan seringkali kena tipu iblis. Kalau ada orang yang terlintas dlm pikirannya : "saya tidak mungkin tertipu iblis" , akan lebih baik koreksi diri dg komunikasi pada Tuhan melalui doa , yakinlah Tuhan akan memberi petunjuk. Kalau tidak ada dosa lain yg menghampiri kita , dosa manipulasi.

Owen, John. Mematikan Dosa. Surabaya: Momentum

Moderator: Theresia S. Setyawati

Bab 13 -- Pertanyaan 2

Kapan Anda merasakan damai sejahtera? Apakah Anda pernah kehilangan damai sejahtera, apa yang biasanya membuat Anda merasa kehilangan damai sejahtera?

Parulian Simarmata: Saya merasakan damai sejahtera saat saya dengan rendah hati mengakui perbuatan dosa saya kepada Tuhan Dan dengan memohon pertolongan Roh Kudus agar saya insaf tidak menjadi budak dosa. Karena saya mengimani Dan percaya akan janji Tuhan "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia Dan adil, sehingga Ia.

Arief Kristianto Tiap hari damai sejahtera dong, klo pas merasakan arah yg tidak sejahtera ya harus langsung nempel Kristus pasti damai sejahtera. Yang biasanya membuat tidak damai itu ketika saya mulai hanyut dengan keadaan sekitar.

Owen, John. Mematikan Dosa. Surabaya: Momentum

Moderator: Theresia S. Setyawati

Bab 13 -- Pertanyaan 1

Hati orang siapa yang tahu. Peribahasa ini pasti sudah sering kita dengar. Bagaimana kita bisa menilik dan menguji hati kita sehingga kita tidak tertipu?

AmiDya Tri Agusti: Kalau menurut saya, kita harus selalu peka dengan suara hati kita. Contoh yang baik ditampilkan oleh Daud, di mana ia mengatakan, "Selidikilah aku yang TUHAN, ujilah aku." Perlu juga bagi kita untuk meminta Tuhan menguji isi hati kita. Sama seperti Daud, yang memiliki relasi dengan Tuhan, dan ia selalu meminta Tuhan menguji hatinya, sehingga ia melakukan apa yang Tuhan firmankan. Dan jika ia berdosa, ia tidak membela diri tetapi ia pasrah menerima pembalasan dari Tuhan. Dengan demikian, perlu bagi kita untuk mencontoh Daud. Peka dengan suara Roh Kudus dan turuti apa yang Roh Kudus sampaikan.

Ayub Arifin Tanjung: Benar, saya sering ditipu hati saya!!...kalau hati ini sepenuhnya tidak dipimpin Roh Kudus maka sudah pasti hati yang seakan rapuh ini cenderung penuh kelicikan dan akan terus melakukan keabu-abuan, Penipuan diri...saya hanya tahu satu cara saja, yaitu Firman Allah akan menerangi segala sesuatu yang ada dalam setiap hati kita, tidak ada yang akan tersembunyi dari Jangkauan Allah Roh Kudus. Allah melihat hati, dan Allah sendiri yang akan menjagai, menyingkapkan dan menjadi hakim yang adil atas hati kita dengan Firman-Nya dan dari situ akan terpancar kehidupan yang sesungguhnya.

Owen, John. Mematikan Dosa. Surabaya: Momentum

Moderator: Theresia S. Setyawati

Bab 12 -- Pertanyaan 2

Bagaimana Allah menyingkapkan diri-Nya kepada Anda? Apa respons Anda terhadap penyingkapan Allah tersebut?

Treesje Mege: Allah menyingkapkan diriNYa baik lewat pembacaan Alkitab, perenungAnnya, melalui konflik, dalam mimpi., lewat lagu dan buku bacaan rohani dan melalui teman atau sahabt yg Tuhan pskai untuk memberikahukan kebenaraNya.. ketika selubung terbuka saya melihat ternyata saya tidak tau apa-apa padahal saya rajin baca Alkitab. Sama dgn teman lain katakan jadi seprrti bayi semua belajar dari awal. Saya bersyukur mendspat kesempatan istimewa itu. Melaluiitu saya semakin dalam mempelajsri da semskin ingin mrengensl prinsip-prinsip dan jslan-jalan-Nya melalui entah itupembacaan Alkitab, buku-buku rohani dll yg bisa me mperlengkai diri saya untuk mengenal DIA semakin dalam.

Suratman Aripin: Allah menyingkapkan diri-Nya kepada saya melalui Kebenaran Firman TUHAN baik melalui pembacaan dan perenungan Firman TUHAN secara pribadi maupun melalui Pemberitaan Firman TUHAN juga melalui buku-buku rohani. Respons saya terhadap penyingkapan Allah tersebut sering membuat saya heran dan tak habis pikir, saya jadi ingat syair sebuah lagu "ALLAH bijak tak pernah salah, ALLAH Baik sungguh teramat baik. Bila saya tak mengerti RencanaNYA, percayalah saja padaNYA.". Jadi saat kita tidak mengerti apa-apa, respons kita "percaya" karena DIA Bijak dan Amat Baik.

Owen, John. Mematikan Dosa. Surabaya: Momentum

Moderator: Theresia S. Setyawati

Bab 12 -- Pertanyaan 1

Menurut penulis, apa yang membuat orang percaya cenderung tidak memahami keagungan Allah dan jatuh dalam rayuan keinginan dosa?

Dedy Yanuar: Yang membuat manusia jatuh adalah karena manusia tidak mau merendahkan diri dan membayangkan kemahakuasaan Allah. Ketika kita merasa mengenal Allah, kadang disitulah awal kejatuhan kita.

Young Joseph Xie: Kecenderungan orang percaya tidak memahami keagungan Allah dan jatuh kedalam rayuan keinginan dosa adalah karena kesombongannya , hal ini karena merasa telah mengerti dan mengenal Allahnya dengan sempurna., apalagi kalau orang itu telah melayani dan apalagi kalau telah menjadi pemimpin pelayanan.

Owen, John. Mematikan Dosa. Surabaya: Momentum

Moderator: Theresia S. Setyawati

Bab 11 -- Pertanyaan 1

Mengapa penulis membagi peraturan-peraturan untuk mematikan dosa ke dalam cara umum dan cara khusus?

Poedjo Soetrisno: Peraturan yang penulis maksudkan mematikan dosa dengan cara umum dan khusus merupakan peraturan yang mengajak pelaku untuk mengusik hati nurani akan kesalahan dan kejahatan yang tetap menggoda sehingga sering terulang dilakukan lagi. Cara umum adalah mempelajari hukum Allah sehingga Hati Nurani dengan pertolongan Roh Kudus menyadari betapa Allah adalah Allah yang Maha Adil yang tidak akan membiarkan kita terbebas dari hukuman Allah setelah kita menerima pengampunan Kasih Karunia atas segala Dosa bila kita tidak dengan serius berusaha mematikan dosa tetapi justru kita harus membiarkan injil mematikan Dosa dengan cara menyadarkan hati nurani kita betapa besar Hutang kita yang telah ditebus dari Kuasa Dosa dan bertekat untuk tidak mendukakan Roh Kudus dengan selalu mengusik hati Nurani dikala kita akan berbuat kesalahan dan kejahatan Cara Khusus adalah menyadari betapa Kesabaran dan Penderitaan Allah terhadap kita sehingga Allah masih bersedia menyelamatkan kita yang masih sering terjatuh dalam Dosa, pikirkanlah betapa Allah masih berulang kali Murah Hati terhadap kita untuk itu wajib kita mengusik Hati Nurani kita untuk berjanji tidak menecewakan Allah lagi .

Fransisca Dwi Hapsari Karena dosa itu bukan hal yg mudah untuk ditiadakan..penulis memberikan panduan kpd kita untuk memahami kewajiban dlm mematikan dosa, supaya dosa itu enggan kembali dlm hidup kita.

Owen, John. Mematikan Dosa. Surabaya: Momentum

Moderator: Theresia S. Setyawati

Bab 10 -- Pertanyaan 1

Apa peraturan khusus kedua untuk mematikan dosa yang dipaparkan penulis? Mengapa?

Puji Arya Yanti: Peraturan khusus kedua: Berjuanglah untuk mengisi akal budi dan hati nurani Anda dengan kesadaran yang jelas dan terus menerus akan kesalahan, bahaya, dan kejahatan dari keinginan berdosa yang sedang mengganggu Anda. Karena keinginan berdosa selalu mengejar kita sehingga kita perlu berjuang, berjaga dan waspada.

AmiDya Tri Agusti: Mengapa perlu melakukan resep yang kedua? Karena akal budi dan hati nurani manusia adalah tempat di mana Roh Kudus bersemayam. Saya ingat dengan pelajaran yang pernah saya dapat dari dosen saya bahwa Hati Nurani manusia adalah pelita di hadapan Allah. Ketika manusia percaya kepada Kristus, secara langsung Roh Kudus berdiam dalam hati nurani manusia. Di sana Ia ada dan terus mengingatkan kita akan dosa-dosa kita. Hati Nurani seperti cermin, ketika ada dosa dan kesalahan, cermin itu akan kotor. Tetapi, bila ada Roh Kufus di dalamnya, cermin yang kotor setiap harinya akan dibersihkan. Itulah penting bagi setiap orang percaya untuk mengisi akal budi dan hati nurani dengan kesadaran yang jelas dan terus-menerus akan kesalahan, bahaya, dan kejahatan dari keinginan dosa yang mengganggu saya dan Saudara semua.

Parulian Simarmata: Peraturan khusus kedua untuk mematikan dosa adalah "Berjuanglah untuk mengisi akal budi dan terus menerus akan kesalahan, bahaya, dan kejahatan dari keinginan berdosa yang sedang menggangu Anda." Karena dosa selalu mengintip di pintu hati kita yang berusaha dengan ratusan cara berbeda untuk memisahkan dari akal budi kita dari pemahaman yang benar mengenai kesalahan.

Owen, John. Mematikan Dosa. Surabaya: Momentum

Moderator: Theresia S. Setyawati

Bab 9 -- Pertanyaan 2

Ibarat diberi hati minta ampela, begitulah dosa. Disiplin apa yang dapat kita lakukan untuk menghancurkan dosa-dosa kita?

AmiDya Tri Agusti: Kalu tidak salah, ada tiga hal yang harus kita lakukan untuk mematikan dosa. (1) Sadar bahwa dosa akan memadamkan kesalahan kita akan kesalahannya. (2) Sadar dan mengingat bahaya akan keinginan melakukan dosa. (3) Menahan dan mendisiplin hawa nafsu. Lebih jelas saya kutip dalam perikop Kesimpulan dalam Bab ini, "Jangan pernah melupakan kebersalahan, bahaya dan kejahatan dosa. Seirnglah merenungkan hal-hal ini. Biarlah renungan ini memenuhi pikiran Anda sampai menggetarkan hati Anda."

Naomy Mei Fitriyanti: Senantiasa mengisi hidup dengan firman Tuhan. Dan berjuang setiap hari dengan sadar menolak dosa.

Parulian Simarmata: Disiplin yang dilakukan untuk menghancurkan dosa-dosa kita adalah bergaul akrab dengan Tuhan Yesus dan selalu mendengar suara Roh Kudus di dalam hati kita untuk tidak kompromi dengan dosa.

Owen, John. Mematikan Dosa. Surabaya: Momentum

Moderator: Theresia S. Setyawati

Bab 9 -- Pertanyaan 1

Dari gejala-gejala yang mengkhawatirkan yang dipaparkan penulis, bagian mana yang sedang Anda alami? Apa yang Anda lakukan untuk menanganinya?

Parulian Simarmata: Gejala yang saya alami adalah a. Suatu keinginan berdosa yang tertanam dengan kuat. Anehnya saya menyadari sebelum berbuat dosa dan setelah berbuat dosa, saya menyadarinya juga. Kalau berbuat dosa kepada teman, saya segera sampaikan mohon maaf atas perbuatan saya itu. Biasanya yang saya lakukan setelah itu menyesalinya dengan bersujud berdoa mohon tuntunan Tuhan agar diberi kewaspadaan untuk lebih berhati hati lagi.

Young Joseph Xie: Saya berpikir cukup lama , diantara semua gejala yang dikemukankan dalam buku mematikan diosa ini, disamping pengertiannya buat saya cukup sulit dimengerti tapi juga ketika saya membandingkan dengan kehidupan saya sendiri. Akhirnya saya menyimpulkan bahwa gejala d lah yang saya alami saat ini, dan saya bersyukur , Tuhan mengingatkan saya ,melalui buku John Owen ini, saya benar benar harus merubah perlawanan terhadap dosa iniu dengan paradigma baru bahwa Kasih kepada Allah yang baik dan penuh kemurahanlah ( Kej 39:9) yang seharusnya menjadi motivasi saya dalam melawan dosa.

Owen, John. Mematikan Dosa. Surabaya: Momentum

Moderator: Theresia S. Setyawati

Bab 8 -- Pertanyaan 2

Bagaimana pendapat Anda tentang pernyataan penulis bahwa kadang kala Allah memakai keinginan berdosa yang kuat, yang belum dimatikan dalam diri orang percaya, sebagai sarana untuk menyucikan dia? Setujukah? Mengapa iya? Mengapa tidak?

AmiDya Tri Agusti: Saya juga setuju dengan pendapat John Owen. Kalimat tersebut memang terasa menggelitik untuk diurai dan dipikirkan, tetapi saya percaya bahwa dalam natur keberdosaan kita, Allah sedang memurnikan kita.

Suratman Aripin: Saya sependapat dengan penulis : "kadang kala Allah memakai keinginan berdosa yang kuat, yang belum dimatikan dalam diri orang percaya, sebagai sarana untuk menyucikan dia" karena melalui keinginan berdosa yang kuat dapat menyadarkan betapa ALLAH membenci dosa sehingga membuat kita memperbaiki diri dan mengurus dosa-dosa lainnya.

Arief Kristianto: Saya tidak setuju, kata "memakai" itu artinya "dengan sengaja", saya lebih setuju jika Allah menyucikan orang karena ia menyesal akan dosa2nya dan bertobat. Jadi, Allah tidak memakai dosa, tetapi IA berkenan masuk ketika orang aktif menerima Kristus dan Roh Kudus.

Owen, John. Mematikan Dosa. Surabaya: Momentum

Moderator: Theresia S. Setyawati

Komentar