Feed aggregator | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Feed aggregator

Mark Twain "Novelis Juru Mudi Kapal"

RSS Pelitaku - 8 February, 2018 - 11:32

Mark Twain adalah peletak dasar seni penulisan Amerika. Begitulah pujian pasar sastrawan atas kepiawaiannya. Twain dianggap orang pertama yang secara genial mampu memperkenalkan bahasa, latar, karakter, dan plot khas Amerika, dan menjadi panduan penulis lainnya. "Jujur saja, seluruh cerita Amerika modern sesungguhnya cuma berasal dari satu buku, The Adventures of Huckleberry Finn, karya Mark Twain," puji Hemingway, novelis tersohor Amerika.

Twain memang istimewa. Novelis, jurnalis, dan humoris ini mulai merebut perhatian publik berkat kisah petualangannya yang luar biasa dan menjadi cerita legenda, Tom Sawyer (1881) dan Huckleberry Finn (1884). Padahal, sebelumnya Twain bahkan tidak pernah ingin jadi penulis.

Twain yang bernama asli Samuel Langhorne Clemens lahir di Florida, Missouri, pada bulan November 1839. la dewasa di Desa Hannibal, di tepi Sungai Mississippi, masih di Florida. Tiap pagi, Twain kecil selalu terbangun karena bunyi kapal uap. Tiap kali kapal uap itu melintas, angan-angannya pun ikut terbang bersama kapal itu. Ia ingin jadi juru mudi.

"Ketika aku muda, ada satu ambisiku yang juga menjadi ambisi teman-temanku, menjadi juru mudi kapal uap," akunya dalam Old Times on the Mississippi (1875). Angan-angan itu pun terwujud.

Setelah ayahnya wafat, pada 1847, ia mulai menulis di harian tempat kakaknya bekerja. Ia kemudian bekerja sebagai nahkoda kapal uap, pada 1857 sampai 1861. Selama bekerja inilah, nama Mark Twain ia pakai, kata yang selalu ia teriakkan kala kapal akan melayari bagian sungai yang berkedalaman dua depa.

Ketika perang saudara pecah, pada 1861 -- 1885, ia mulai serius menulis dengan menjadi freelancer di berbagai media. Namanya mulai melambung saat bukunya The Celebrated Jumping Frog of Calaveras County terbit. Ia pindah ke Nevada, California, sampai San Fransisco, dan menerbitkan semua kisah perjalanannya itu dalam The Innocents Abroad. Namanya kian melambung.

Twain kaya. Ia menikahi Olivia Langdon pada 1870 dan tinggal di Hartford. Sampai tahun 1884, ia melahirkan 3 novel yang kian melambungkan namanya. Soal kepopulerannya, Twain mengaku amat menikmati meski ia pun tahu nalar analitisnya kadang tidak begitu menggigit di sebagian novelnya.

Di antara semua karyanya, novel The Adventures of Huckleberry Finn yang paling melegendakan namanya. Novel lanjutan petualangan Tom Sawyer di Mississippi ini menghentak karena ada aroma pembebasan perbudakan di dalamnya.

Awal 1890, Twain bangkrut, perusahaan yang ia dirikan tumbang. Untuk bangkit, ia melakukan ceramah keliling dunia, tetapi malah kemalangan yang ia dapat, anak perempuannya meninggal di perjalanan. Ia mengembara ke Selandia Baru, Australia, India, dan Afrika. Akan tetapi, kembali kemalangan datang, anaknya meninggal lagi, disusul istrinya. Hidup Twain gelap!

Kepedihan dan penderitaan itu secara nyata ia tumpahkan dalam bukunya Following the Equator dan autobiografinya yang kaya versi, yang ia diktekan kepada sekretarisnya A.B. Paine. Pada 1916, novel misteri terakhirnya tentang pengaruh setan, The Mysterious Stranger, lahir. Sayangnya, ia telah kehilangan semangat menulis.

Pada 21 April 1920, dalam kesendirian dan rasa duka, Twain ambruk. Jasadnya kehilangan nyawa. Dunia kehilangan jurnalis yang andal, novelis yang mahir bercerita, serta humoris yang justru menderita. Cerita pun kemudian muncul: Twain menakjubkan, populer, lalu redup seperti aura komet Halley yang menerangi langit rumahnya pada malam saat ia dilahirkan.

Diambil dari: Judul buku : Bayang Baur Sejarah Judul asli artikel : Takjub Redup Komet Halley Penulis : Aulia A.M. Penerbit : Tiga Serangkai, Solo 2003 Halaman : 138 -- 139 Tokoh PenulisTopik: Biografi Penulis Terkenale-Penulis 198/Februari/2018

Cara Menemukan Sukacita dalam Menulis

RSS Pelitaku - 8 February, 2018 - 11:29

Ada kenikmatan dan kekuatan dalam seni berlatih menulis, bukan hanya dalam menghasilkan tulisan belaka. Dan, semakin banyak orang yang menyadari hal ini, tulisan pribadi mulai menjadi suatu bentuk tersendiri dari ekspresi artistik. Itu bukan lagi semata tulisan yang Anda buat sebelum dapat diterbitkan.

Jika Anda ingin meletakkan pena di atas kertas dan menyaksikan apa yang muncul, sekaranglah saatnya untuk membangkitkan jati diri Anda sebagai seorang penulis. Dengan menemukan kembali, atau mungkin menemukan untuk pertama kalinya, bahwa suatu tindakan sederhana, yaitu menulis, merupakan proses yang transformatif. Anda dapat mengurangi tekanan yang mengekang kreativitas dan membuka diri terhadap apa yang sesungguhnya ingin Anda ungkapkan. Anda akan menemukan bahwa kepuasan terbesar dalam menulis tidak terletak pada masa depan ketika tulisan Anda diterbitkan dan diakui oleh khalayak ramai, tetapi bertumbuh seiring proses menuangkan gagasan Anda ke atas kertas. Hasilnya, Anda akan mulai menikmati kebebasan suara kreatif Anda sendiri, memiliki pengertian yang baru, dan lebih bersemangat tentang diri, serta menuai hasil yang ada dalam jangkauan Anda saat ini, sebagaimana adanya Anda.

Galilah Suara Anda

Setiap orang dilahirkan dengan cara yang unik untuk melihat dunia, dan dengan potensi tidak terbatas untuk berpikir kreatif. Namun, semasa kita bertambah dewasa, kita dipaksa untuk mengekang banyak kreativitas dengan alasan untuk dapat "menyesuaikan diri dalam masyarakat". Melalui tulisan pribadi, Anda dapat menggali kembali suara kreatif itu.

Baik dalam buku maupun komputer, Anda bisa menciptakan suatu ruang yang aman dan membangun, tempat suara Anda dapat tertuang dengan bebas. Hanya dengan mengenali pemikiran Anda yang khas, meski tidak menceritakannya kepada siapa pun, Anda dapat menemukan kembali kreativitas alami Anda dan melukiskan pemandangan psikologis dan spiritual Anda.

Selagi menyingkapkan lebih banyak tentang diri Anda sendiri di atas lembaran halaman, Anda akan mengenali pola Anda dalam berpikir, berperilaku, ataupun bereaksi terhadap keadaan atau orang-orang dalam kehidupan Anda. Kesadaran diri seperti ini akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik, memahami situasi sulit, serta menata perasaan. Hal itu merupakan cara yang ampuh untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda yang paling sukar. Pada waktu lain, hal itu juga dapat mengingatkan Anda bahwa tidak ada jawaban yang mudah, dan inilah akar dari hikmat.

Temukan Gaya Menulis Anda

Saat menggali suara Anda, Anda juga akan melangkah ke dalam gaya menulis pribadi Anda. Para penulis sering ditanya tentang "gaya", istilah yang dipakai oleh guru dan kritikus sastra dalam kalimat seperti, "Dia menulis dengan gaya yang mengingatkan pada Hemingway". Itu adalah sesuatu yang dimiliki oleh para penulis besar, tetapi guru terbaik pun tidak benar-benar dapat mengajarkan bagaimana cara mengembangkannya.

Gaya menulis adalah ekspresi dari suara Anda yang khas dan keluar melalui tindakan menulis itu sendiri. Gaya Anda akan lebih mudah muncul ketika Anda menulis tanpa memusingkan apa yang akan dipikirkan orang lain tentang Anda. Hal ini lebih dari sekadar mendorong timbulnya gaya menulis Anda, tetapi juga membantu memahami betapa pentingnya untuk tidak menekan "keunikan" diri hanya karena ingin menjadi seperti penulis favorit Anda, atau karena tidak sesuai dengan konsep Anda tentang seorang penulis yang "baik".

Tulisan pribadi memberi ruang yang aman untuk membuat gaya Anda muncul, dan merupakan alat yang berharga untuk menolong Anda bersahabat dengan gaya tersebut sebagai refleksi yang jujur tentang diri sendiri dan apa yang hendak Anda sampaikan kepada dunia.

Selagi Anda mulai menyambut suara dan gaya pribadi Anda di atas kertas, Anda akan melihat tulisan Anda menjadi lebih tegas. Pada saat yang sama, Anda akan menemukan betapa kehidupan Anda di luar sana lebih kaya, dan pengamatan serta indra Anda menjadi lebih tajam.

Misalnya, "Hari ini, aku pergi ke kebun binatang" bisa berubah menjadi, "Beruang kutub tadi terlihat sedih, dan bau air kencing monyet sangat menyengat". Secara alami, Anda akan mulai menyerap lingkungan dengan cara yang baru sehingga hal-hal kecil sehari-hari menjadi menarik, dan ke mana pun Anda melihat, Anda akan menemukan bahan yang inspiratif untuk ditulis.

"Lihatlah ke Timur" untuk Mencari Jawaban

Kelihatannya ajaib bahwa begitu banyaknya kreativitas, pengenalan diri, dan kebijaksanaan bisa datang hanya dengan tindakan sederhana seperti membuat tulisan pribadi. Namun demikian, menulis tidak selalu sederhana. Itu merupakan tantangan untuk menemukan waktu dan kondisi yang cocok untuk masuk ke dalam "alam pikir penulis", tempat kata-kata mengalir dengan bebas, dan Anda bisa menjadi diri sendiri. Dalam hal ini, latihan menulis menghadirkan tantangan yang sama seperti meditasi ala Timur, yang amat sulit khususnya bagi orang Barat. Kali pertama memasuki kelas meditasi, Anda disuruh menutup mata dan hanya mendengar. Mungkin Anda merasa jengah, mengkhawatirkan apa yang sedang dilakukan semua orang lain di sana, atau memikirkan masak apa untuk makan malam.

Kemudian, setelah beberapa kali, hal itu menjadi lebih mudah. Anda akan mulai bisa mendengar embusan napas pelan dari teman-teman sekelas, pergerakan mereka di atas matras, suara batuk, suara dengusan halus. Dan, Anda akan mendengar kebisingan pikiran Anda. Saat Anda belajar tenang, mengenali, hal itu akan membawa Anda seirama dengan kehidupan, kebisingan, dan keanehan, termasuk menelanjangi emosi dan pikiran-pikiran Anda. Ini adalah "penyelarasan" yang sama dengan yang bisa Anda dapatkan dengan menulis secara bebas di atas halaman catatan pribadi Anda. Dan, hal ini bekerja dengan tantangan yang sama yang Anda hadapi dalam meditasi, dan Anda harus mengambil waktu menenangkan diri dari aktivitas kehidupan untuk mempraktikkannya. Namun, untungnya, Anda tidak perlu duduk bersila di atas matras selama 20 menit untuk merasakan "penyelarasan" ini. Anda bisa menulis di mana saja, kapan saja. Seperti dikatakan Alice Walker tentang menulis, "Anda bahkan bisa melakukannya di atas tempat tidur."

Pelan-Pelan Saja

Tulisan pribadi, seperti halnya anak-anak dan meditasi dan kemacetan, memperlambat Anda dan membuat Anda sadar akan satu-satunya hal yang pasti dalam kehidupan pada detik ini. Hal ini tidak mudah dilakukan. Tidak banyak semangat yang mendorong kita untuk menyimak dengan sungguh-sungguh apa yang ada pada saat ini. Sebaliknya, Anda telah diajari untuk berfokus pada pencapaian dan bergerak maju. Dengan menuliskan apa yang ada pada kehidupan Anda saat ini, Anda berhadapan dengan aspek dari apa yang Anda harapkan pada kehidupan Anda.

Kadang, terasa menakutkan untuk menerima bahwa di sinilah Anda berada saat ini. Pada kesempatan lain, sungguh menyenangkan saat Anda menyadari bahwa Anda sedang melakukan sesuatu yang selama ini Anda dambakan, atau bahwa Anda telah mengukirkan suatu kehidupan yang memuaskan yang belum pernah Anda bayangkan. Saat Anda mulai terbiasa menyaksikan kehidupan Anda dalam kata-kata, Anda akan memperoleh penghargaan dan pengertian yang lebih besar tentang jalannya kehidupan Anda.

Saya telah bercakap-cakap dengan para penulis yang mengenang masa lalu mereka ketika semua tulisan mereka hanya dinikmati sendiri, sebelum para editor, agen, dan pembaca memengaruhi karya mereka. Seorang kawan yang sudah menerbitkan beberapa koleksi cerpen bercerita bahwa ia telah menghabiskan tiga tahun lamanya menulis untuk diri sendiri, sebelum memikirkan penerbitan, dan sekarang ia menyesal, berharap seharusnya ia dahulu menghabiskan 10 tahun (untuk menulis pribadi). Ia mengatakan bahwa masa sebelum datangnya tekanan pasar menyeret semangat kreatif Anda adalah masa terbaik dalam kehidupan menulis. Mungkin Anda berpikir adalah mudah bagi para penulis yang tulisannya telah diterbitkan untuk meratapi berakhirnya sukacita masa prapenerbitan. Namun, melihat ke belakang, ini merupakan penanda bahwa, diterbitkan ataupun tidak, Anda telah dapat mencapai hadiah paling memuaskan yang dapat diberikan oleh aktivitas menulis.

Baik Anda mencita-citakan adanya penerbitan atau tidak, Anda dapat menggunakan tulisan pribadi sebagai cara untuk menerima tempat Anda berada saat ini pada jalan penulisan Anda. Sebab, dalam menulis, demikian juga dalam kehidupan, menikmati perjalanan adalah tujuan yang tertinggi. (t/Joy)

Audio Menemukan Sukacita Menulis

Diterjemahkan dari: Nama situs : Writer's Digest Alamat situs : http://www.writersdigest.com/qp7-migration-all-articles/qp7-migration-career-advice/how_to_find_the_joy_of_writing Judul asli artikel : How to Find the Joy of Writing Penulis artikel : Wendy Knerr Tanggal akses : 11 Desember 2017 Tip MenulisTopik: Tips dan Trik Menulise-Penulis 198/Februari/2018

Menemukan Sukacita dalam Menulis (II)

RSS Pelitaku - 8 February, 2018 - 11:28

"Kepuasan terbesar dalam menulis tidak terletak pada masa depan ketika tulisan Anda diterbitkan dan diakui oleh khalayak ramai, tetapi bertumbuh seiring proses menuangkan gagasan Anda ke atas kertas." Secara pribadi, saya membenarkan pernyataan yang dikutip dari artikel ini. Menulis bisa menjadi proses transformatif bagi penulisnya karena aktivitas ini bisa memberi kesempatan untuk melepaskan kreativitas dan meluapkan ungkapan hati penulis secara bebas. Bagi Sahabat Penulis yang penasaran, silakan membaca artikel di bawah ini dengan saksama, dan cobalah terapkan. Selain artikel tersebut, kami ingin mengajak Sahabat untuk mengenal kehidupan seorang jurnalis dan penulis terkenal, Mark Twain, dan satu resensi buku tentang kehidupan keluarga petani pionir di Amerika pada akhir era 1800-an. Selamat membaca. Tuhan Yesus menyertai.



Pemimpin Redaksi e-Penulis,
Santi T.

Dari RedaksiTopik: Dari Redaksie-Penulis 198/Februari/2018

Pengalaman Baru Mengerjakan Tugas Membuat Gambar untuk Quote

RSS Blog SABDA - 2 February, 2018 - 15:21

Oleh: Indah, Mei, dan Kun

Berdasarkan keputusan bersama pada rapat akhir tahun 2017 di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), tugas membuat quote gambar akan dilakukan oleh masing-masing tim. Hal ini perlu dilakukan untuk meringankan beban tim Multimedia yang personelnya terbatas, sedangkan tugasnya sangat banyak. Oleh karena itu, dengan teknologi yang ada, seperti Quote Generator atau Power Point, diharapkan anggota-anggota tim dapat membuat sendiri gambar quote secara mandiri. Hal ini adalah pengalaman baru bagi beberapa orang yang mendapatkan tugas ini. Berikut ini adalah cerita dari Indah, Mei, dan Kun yang juga mendapatkan tugas baru tersebut.

"Shalom, saya Indah, dari tim Penjangkauan. Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman mengerjakan tugas membuat quote yang saya terima pada awal tahun ini. Awalnya, saya bergumul karena merasa kurang paham dalam mengerjakan tugas ini. Namun, dengan semangat yang Tuhan beri, saya mendorong diri untuk belajar dan mencari cara guna mendapatkan hasil yang maksimal. Saya mendapat tugas untuk membuat quote gambar bidang e-Wanita. Bahan untuk membuat quote, berupa kumpulan quote teks, saya dapatkan dari Mbak Okti sebagai pemimpin redaksi publikasi e-Wanita.

Hal pertama yang menjadi kesulitan saya adalah cara pembuatan quote. Banyaknya masukan dari beberapa teman terhadap quote yang sudah dikerjakan membuat saya semakin bingung. Saya pernah membuat quote memakai aplikasi di handphone, tetapi hasilnya tidak sebaik jika menggunakan CorelDraw, sementara saya belum begitu menguasai CorelDraw. Akan tetapi, saya bersyukur karena teman-teman menolong saya belajar menggunakan PPT untuk membuat quote gambar. Terima kasih untuk teman-teman yang bersedia berbagi ilmu dalam pembuatan quote, kiranya apa yang kalian bagikan dapat saya terapkan.

Quote pertama yang saya buat adalah quote untuk bulan Januari. Namun, hasil kerja saya mendapat banyak masukan dan perbaikan dari tim Multimedia. Akhirnya, saya merasakan juga apa yang dirasakan oleh teman-teman tim Multimedia ketika mendapatkan feedback quote dari para pemimpin redaksi, termasuk saya. Dari proses quality control (QC), rasanya sulit sekali mendapat kata "OK" untuk quote gambar yang saya kerjakan. Saya juga pernah harus mengganti background berkali-kali dan tetap saja harus direvisi. Puji Tuhan, ada yang menolong saya dalam proses perbaikan quote. Tuhan kirimkan Lukas untuk memberi masukan dan mencarikan background yang sama seperti yang saya mau. Oh ya, ada satu teman lagi yang memberikan masukan mengenai jenis tulisan (font) yang saya pakai dan dia bersedia menyediakannya. Terima kasih Kak Hadi.

Ya, beginilah suasana pengerjaan quote, semakin saya bingung semakin banyak teman yang Tuhan kirim untuk menolong. Dan, masih ada satu kesulitan lagi yang saya temui, yaitu bagaimana cara memadumadankan warna antara gambar dan font karena terkadang background yang penuh warna mempersulit pemilihan warna untuk jenis tulisan. Mencari background pun juga tidak boleh sembarangan karena background harus mewakili maksud tulisan.

Saya bersyukur karena quote bulan Januari dan Februari sudah terpasang di Facebook dan Instagram SABDA_ YLSA. Banyak hal dan cara baru yang saya dapatkan dalam proses belajar kali ini. Puji Tuhan!"

---
Shalom, saya Mei, dari tim Pendidikan Kristen. Saya bersyukur karena dipercaya untuk membuat quote gambar bidang e-BinaAnak dan e-Humor. Pekerjaan ini merupakan hal baru bagi saya. Akan tetapi, saya bersyukur karena sebelumnya sudah pernah berlatih membuat quote setiap hari Selasa dalam rangka menanggapi kliping artikel koran yang wajib dibaca untuk menambah wawasan kami. Walau tugas ini merupakan hal baru, tetapi saya bersemangat mengerjakannya. Awal mengerjakan tugas ini, saya dibantu beberapa staf yang tidak pelit dalam berbagi ilmu mereka. Hingga akhirnya, saya mulai terbiasa mengerjakan sendiri. Ada kepuasan ketika quote itu jadi dan lolos cek dari tim Multimedia. Saya bersyukur karena di SABDA, saya belajar banyak hal baru, salah satunya tugas membuat quote. Saya berharap quote yang sudah saya dan teman-teman buat dapat memberkati orang-orang yang membacanya."

----

Shalom, saya Kun, dari tim Pembinaan. Senang rasanya mendapat tugas baru yang belum pernah saya kerjakan. Tugas baru ini menuntut kreativitas dan kesabaran dalam membuatnya. Tugas ini adalah membuat quote gambar. Dalam pembuatan quote gambar, saya dipercaya untuk membuat quote bidang Misi dan Doa. Setiap bulannya, tim Pembinaan menerbitkan dua quote untuk setiap bidang. Menurut saya, pembuatan quote gambar ini tidak begitu sulit karena saya sudah mendapatkan training sehingga saya tinggal menerapkannya. Meski demikian, ada juga kendalanya, yaitu dalam proses QC dari tim Multimedia. Ketika mendapat feedback dari mereka, saya merasa kewalahan karena masih bingung juga dalam perbaikannya. Kadang dalam perbaikan, saya harus lebih detail dalam "mengutak-atik" ikon-ikon yang ada di PPT. Mari menjadi insan yang terus kreatif dan berkarya. Inilah pengalaman yang bisa saya bagikan. Terima kasih. Tuhan memberkati."

Pengalaman PA dengan Mendengarkan Lagu Rohani

RSS Blog SABDA - 21 January, 2018 - 11:18

Oleh: Maskunarti

Shalom, salam sejahtera bagi kita semua. Bersyukur kepada Tuhan Yesus, Maskunarti kembali menyapa pembaca setia blog SABDA. Dalam kesempatan ini, saya akan berbagi sedikit tentang pengalaman saya mengikuti Pendalaman Alkitab (PA) di SABDA, pada November 2017 yang lalu. PA tersebut sungguh berbeda dengan PA sebelumnya. Mengapa berbeda? Kali ini kami melakukan PA dengan sarana lagu (musik).

Musik (lagu) adalah bunyi yang teratur memiliki nada dan irama yang dapat menolong pendengarnya masuk dalam suasana atau perasaan tertentu. (Nama situs: yuksinau.id). Lagu dapat menjadi penghibur saat dalam kesedihan, dapat memotivasi dan memberi semangat dalam menjalankan aktivitas. Secara khusus dari kacamata rohani, lagu (musik) adalah sarana penyembahan kepada Tuhan mengungkapkan kebaikan, keadilan, kekudusan, dan kemuliaan Tuhan. Dalam Alkitab, kita juga dapat melihat bagaimana musik menjadi salah satu alat yang dipakai Allah untuk menyatakan kehendak-Nya. Sebagai contoh, dengan musik, Yosua dan bangsa Israel dapat menghancurkan tembok Yerikho (Red: Yosua 6).

PA menggunakan lagu ini kami lakukan dengan terlebih dahulu mendengarkan lagu (musik) rohani. tersedia juga lirik lagunya, yang kami baca untuk mengantar kita kepada pendalaman Alkitab. Lagu-lagu yang dipilih diambil dari album Stefanie Limanputri "Sepanjang Jalan Tuhan Pimpin" karena lagu-lagu yang dinyanyikan alkitabiah dan dinyanyikan dengan sangat bagus. Setelah mendengarkan lagu tersebut, kami diminta untuk merenungkan dan memikirkan ayat yang terkait dengan lagu, dan belajar apa dari lagu beserta aplikasinya. Dalam kelompok kecil, kami mendiskusikan lirik-lirik lagu yang menuntun kami kepada firman Tuhan. Lalu, kami mensharingkan hasil diskusi kami dalam kelompok besar.

Bersyukur sekali, saya dan teman-teman staf SABDA bisa mendengarkan lagu-lagu hymne yang berkualitas. Beberapa lagu yang berkesan, antara lain: "Sepanjang Jalan Tuhan Pimpin", "Speak, O Lord", "Sungguh Besar Kau Allahku", "Grace Alone". Pengalaman saya, saat lagu-lagu tersebut diputar, irama dan lirik dari lagu-lagu tersebut mampu menggetarkan hati saya. Lirik lagunya memiliki makna yang dalam, karena penulis hendak menceritakan pengalaman pribadinya bersama Tuhan, dan dituangkan dalam lirik-lirik lagu yang indah. Lagu-lagu tersebut menyadarkan saya bahwa Tuhan itu ada dan sungguh nyata, Dia selalu ada bagi umat-Nya yang senantiasa bergantung dan mengandalkan-Nya.

Dalam PA dengan lagu ini saya belajar beberapa hal, antara lain: Salah satu variasi metode PA yang baru bagi saya dan teman-teman staf SABDA. Lebih 'refreshing' karena mendengarkan lantunan yang membuai. Lalu, saya juga diingatkan bahwa kehendak Tuhan bisa dinyatakan kepada manusia dari banyak cara. Melalui lagu-lagu tersebut, saya begitu dikuatkan dalam menghadapi pergumulan hidup dan peka mendengar firman Tuhan. Saya merasa Tuhan berbicara kepada saya melalui lirik-lirik dalam lagu tersebut. Praise the Lord! Selain itu, dalam PA kali ini, saya diajak untuk belajar kritis. Saya, yang sebelumnya ketika menyanyikan lagu-lagu dalam ibadah di gereja hanya sebatas menyanyi dan kurang mendalami lirik-lirik lagu dan latar belakangnya, sekarang saya diajak untuk mendalami dan memaknai setiap lagu dengan baik.

Ini yang bisa saya bagikan untuk pembaca setia blog SABDA, kiranya menjadi berkat. Segala kemuliaan dan hormat hanya bagi Tuhan Yesus Kristus.

Roadshow #Ayo_PA! di SMK Warga, Solo

RSS Blog SABDA - 8 January, 2018 - 15:40

Oleh: *Irene

Pada 24 November 2017, saya diberi kesempatan untuk mengikuti acara roadshow #Ayo_PA! di SMK Warga, Solo. Jujur, saya sedikit khawatir karena saya belum begitu paham tentang acara ini. Saya belum pernah menggunakan aplikasi-aplikasi yang digunakan YLSA untuk pendalaman Alkitab, dan saya khawatir apakah saya bisa membantu teman-teman di sana. Pukul 10.45 WIB, saya berangkat menuju SMK Warga bersama Okti, Santi, Hadi, dan Pio. Sebelumnya, saya diberi tahu bahwa tugas saya nanti adalah membuat dokumentasi dan menjaga booth.

Sesampainya di sana, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan harapan kami, seperti ruangan yang masih digunakan, kursi yang belum ditata, tidak adanya mike, dll. Akan tetapi, saya salut dengan teman-teman YLSA karena tetap tenang dan mulai mengerjakan hal yang bisa dilakukan terlebih dahulu. Kami mulai dengan memasang banner, mempersiapkan bahan presentasi, menata booth dan kursi, sambil menunggu Pak Iwan (guru pembimbing). Selang beberapa menit kemudian, aula yang tadinya sepi mulai penuh dengan siswa-siswa yang akan mengikuti persekutuan siang hari itu. Ada sekitar 100-an siswa yang datang. Kami juga meminta bantuan salah satu siswa untuk memainkan gitar saat pujian pembuka.

Sesi pertama tentang "Tujuh Alasan Pentingnya Mempelajari Alkitab" disampaikan oleh Kak Okti, dan dilanjutkan oleh Kak Santi pada sesi kedua tentang "Penggunaan Teknologi Digital untuk ber-PA". Selain itu, pada sesi kedua ini juga dijelaskan tentang metode PA yang telah dikembangkan oleh YLSA, yaitu S.A.B.D.A (Simak, Analisa, Belajar, Doa/Diskusi, dan Aplikasi). Kedua presenter menyampaikan materi dengan sangat baik meskipun ada waktu-waktu tertentu mereka harus menegur beberapa siswa karena tidak fokus dan ramai. Siswa-siswa yang membawa HP dan memiliki paket data rata-rata berhasil mengunduh lima aplikasi yang telah dijelaskan, yaitu aplikasi Alkitab, AlkiPEDIA, Tafsiran, Kamus, dan Peta Alkitab. Mereka tidak sungkan untuk bertanya pada saat mengalami kesulitan, dan teman-teman YLSA dengan sigap membantu. Pada akhir presentasi, Santi memberi kuis untuk siswa-siswa tersebut. Mereka diberi instruksi untuk mencari berapa jumlah kata "firman" dalam kitab-kitab Injil. Para siswa SMK ini sangat antusias, mereka berebut untuk bisa menjawab. Namun, banyak dari mereka yang tidak mendengarkan instruksi dengan baik sehingga jawaban mereka kurang tepat, dan Santi harus mengulang instruksi. Alhasil, ada satu siswa yang bisa menjawab dengan tepat dan mendapatkan hadiah dari YLSA.

Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Mungkin pada awal acara, banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kami, tetapi Tuhan menolong kami. Saya percaya bahwa Roh Kudus akan membimbing mereka dan memberikan pertumbuhan. Saya pun bersukacita karena setelah persekutuan selesai, ada beberapa siswa yang menghampiri booth kami. Mereka mengambil brosur "Anda Punya Waktu 60 Hari" yang bisa membantu mereka untuk menyelesaikan membaca Alkitab PB dalam waktu enam puluh hari. Saya berdoa kiranya mereka bisa berkomitmen dalam melakukannya dan bisa membagikan apa yang mereka dapat ke orang-orang di sekitar mereka.

Berjualan dan Jualan

RSS Pelitaku - 8 January, 2018 - 10:49

Dari kata dasar jual dapat dibentuk kata berjualan. Di samping itu, terdapat pula kata jualan yang sering diperlakukan sama dengan kata berjualan. Benarkah penggunaan kata seperti itu?

Dalam praktik berbahasa sehari-hari, penggunaan kata berjualan dan jualan memang sering dipertukarkan. Contohnya, sebagai berikut.

1. Mereka sering berjualan pakaian di pinggir jalan.

2. Mereka sering jualan pakaian di pinggir jalan.

Pemakaian kata berjualan seperti pada kalimat (1) sudah benar, sedangkan pemakaian kata jualan seperti pada kalimat (2) tidak benar karena kata jualan bukan verba (kata kerja), melainkan nomina (kata benda). Kata jualan yang benar digunakan seperti dalam kalimat di bawah ini.

Munculnya kata jualan seperti pada kalimat (2) merupakan kebiasaan yang dipengaruhi oleh bahasa daerah. Dalam bahasa Jawa, misalnya, kata sarung 'sarung', kathok 'celana', dan jungkat 'sisir' yang merupakan nomina dapat dibentuk menjadi verba hanya dengan menambahkan akhiran -an sehingga menjadi sarungan 'memakai sarung', kathokan 'memakai celana', dan jungkatan 'bersisir'. Dalam bahasa Indonesia, akhiran -an berfungsi sebagai pembentuk nomina, bukan pembentuk verba, seperti makanan, minuman, atau mainan. Oleh karena itu, penggunaan kata jualan yang diperlakukan sebagai verba dalam komunikasi resmi tidak benar. Namun, dalam komunikasi yang tidak resmi, bentuk verba dengan akhiran -an, seperti jualan, siaran, dan sarapan, dapat digunakan.

Diambil dari: Nama situs : Forum Bahasa Media Massa (FBMM) Alamat situs : http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/node/1931 Penulis artikel : Anz Tanggal akses : 28 November 2016 Pojok BahasaTopik: Kaidah dan Pemakaian Bahasae-Penulis 197/Januari/2018

Jurnal Sebagai Jalan Setapak Menuju Sukacita

RSS Pelitaku - 8 January, 2018 - 10:47

Mungkin Anda tidak pernah memikirkan penulisan jurnal sebagai suatu disiplin rohani.

Ini tampak seperti sesuatu yang hanya dilakukan oleh orang introvert yang paling narsis, atau sesuatu yang manis bagi gadis-gadis remaja, tetapi sesuatu yang tidak dapat diterapkan oleh orang dewasa. Apa? Saya? Jurnal? Saya terlalu sibuk dengan hari ini dan esok untuk memberi waktu lagi bagi hari kemarin. Mungkin, Anda benar. Mungkin, ide Anda tentang menulis jurnal terlalu berat pada hal-hal tentang diri sendiri dan terlalu ringan pada nilai dunia nyata.

Namun, bagaimana seandainya ada pandangan yang lain? Bagaimana jika menulis jurnal bukan sekadar mencatat masa lalu, melainkan mempersiapkan masa depan? Dan, bagaimana jika, karena anugerah Tuhan pada masa lalu dan janji-janji-Nya untuk masa depan kita, menulis jurnal adalah tentang memperdalam sukacita Anda saat ini?

Mungkin, tidak ada satu pun kebiasaan baru yang akan memperkaya kehidupan rohani Anda sebaik menulis jurnal.

Tidak Ada Cara yang Salah

Jurnal yang baik adalah sebagaimana yang Anda buat. Itu bisa berupa dokumen di komputer Anda atau sekadar buku catatan kuno. Bisa formal atau informal, catatan panjang atau pendek, dan dibuat pada akhir hari atau di mana pun Anda berada dalam suatu peristiwa. Hal itu bisa menjadi tempat untuk mengingat pemeliharaan Allah, mengupas lapisan demi lapisan hati Anda, menuliskan doa-doa, merenungkan ayat Kitab Suci, dan membayangkan masa depan.

Tujuannya bukan untuk mewariskan katalog mengesankan tentang pencapaian Anda yang mengagumkan dan pengetahuan Anda yang brilian untuk dibaca dan dikagumi oleh generasi pada masa yang akan datang. Buanglah itu sebelum mengambil pena Anda. Tujuannya adalah kemuliaan Kristus, bukan kemuliaan Anda, dalam kelangsungan perjalanan Anda menjadi makin serupa dengan-Nya, untuk memperluas dan memperkaya sukacita Anda.

Tidak ada Keharusan

Meskipun banyak Mazmur terlihat seperti catatan jurnal yang terinspirasi secara ilahi, tidak ada perintah dalam Kitab Suci bahwa kita harus menulis jurnal. Dan, sebagaimana Don Whitney mengamati, “Yesus bukan hidup dan mati bagi orang berdosa untuk menjadikan kita penulis jurnal” (Spiritual Disciplines, 251). Tidak seperti disiplin-disiplin rohani lainnya, Yesus tidak memberikan contoh untuk menulis jurnal; Dia tidak membuatnya.

Menulis jurnal bukan hal yang esensial dalam kehidupan kristiani. Namun, menulis jurnal merupakan peluang yang berdampak kuat, terutama dengan teknologi yang tersedia bagi kita saat ini. Banyak orang di sepanjang sejarah gereja dan di seluruh dunia mendapati bahwa menulis jurnal merupakan alat anugerah yang biasa dipakai oleh Allah dalam kehidupan mereka.

Mengapa Jurnal?

Dengan mata iman, kehidupan orang Kristen merupakan petualangan yang besar, dan suatu jurnal dapat sangat bermanfaat dalam mematangkan sukacita kita di sepanjang perjalanan itu. Selalu ada lebih banyak yang terjadi dalam diri kita dan di sekitar kita daripada yang bisa kita apresiasi pada saat itu. Menulis jurnal adalah satu cara memperlambat kehidupan untuk sesaat, dan berusaha untuk memproses sedikitnya sepotong dari kejadian tersebut bagi kemuliaan Tuhan, pertumbuhan dan pengembangan diri kita, dan sukacita kita akan detail-detail kejadian itu.

Menulis jurnal memiliki daya tarik untuk menyatukan gerak kehidupan kita dengan pikiran Allah. Bila diresapi dengan doa dan dipenuhi dengan firman Tuhan, hal itu bisa menjadi cara yang kuat untuk mendengar suara Allah dalam Kitab Suci dan menyampaikan permohonan kita kepada Dia. Anggaplah itu sebagai subdisiplin dalam asupan Alkitab dan doa. Kiranya semangat doa meresap, dan kiranya firman Tuhan menginspirasi, membentuk, dan mengarahkan apa yang Anda renungkan dan tuliskan.

Untuk Menangkap Masa Lalu

Menulis jurnal yang baik lebih dari sekadar menangkap masa lalu, tetapi mencatat kejadian-kejadian pada masa lalu adalah salah satu naluri paling umum di dalamnya. Bagi orang Kristen, kita mengakui hal-hal ini sebagai providensia Allah. Ketika beberapa peristiwa penting terjadi pada kita, atau di sekitar kita, atau sejumlah "kebetulan" terjadi dengan sidik jari ilahi, jurnal menjadi tempat untuk menangkapnya dan menjadikannya sebagai referensi pada masa yang akan datang.

Menuliskannya memberikan peluang untuk pengucapan syukur dan pujian kepada Allah -- bukan hanya pada momen itu, melainkan juga pada suatu hari nanti ketika kita melihat kembali pada apa yang pernah kita catat. Tanpa menangkap catatan singkat tentang pemeliharaan yang baik ini atau jawaban atas doa, dengan cepat kita dapat melupakan berkat itu, atau frustrasi dan kehilangan kesempatan untuk melihat dengan teliti nantinya tentang betapa "anugerah ini telah membawa kita selamat sejauh ini". Suatu jurnal juga bisa menjadi tempat-tempat kita dapat melihat ke belakang, bukan hanya tentang apa yang pernah terjadi, melainkan apa yang kita pikirkan dan rasakan tentang hal tersebut waktu itu.

Namun, menulis jurnal yang baik bukan hanya tentang kemarin, melainkan juga tentang bertumbuh menuju masa depan.

Untuk Membangun Masa Depan yang Lebih Baik

Memikirkan sesuatu dalam momen yang tepat adalah satu hal, tetapi menuliskannya adalah hal lain. Pada saat kita menangkap-dalam-tulisan pikiran kita yang cermat tentang Allah dan Kitab Suci dan diri kita dan dunia, kesan-kesan itu dilekatkan lebih dalam pada jiwa kita dan lebih mengubah kita dalam jangka pendek untuk waktu yang panjang.

Menulis jurnal adalah suatu peluang untuk bertumbuh menuju masa yang akan datang. Kita dapat mengenali ke mana kita harus berubah, menentukan tujuan, menentukan prioritas dengan tepat, serta memantau kemajuannya. Kita bisa mengevaluasi bagaimana kita bertindak dalam disiplin-disiplin rohani lain yang ingin kita lakukan.

Kebiasaan menulis jurnal secara teratur akan membantu Anda bertumbuh menjadi seorang komunikator dan penulis, saat Anda berlatih menuangkan pemikiran-pemikiran Anda ke dalam kata dan halaman. Jurnal Anda adalah bak pasir Anda, tempat Anda bisa menguji tulisan Anda pada metafora dan gaya sastra yang berani. Itu adalah tempat yang aman untuk berlatih sebelum melangkah ke ranah publik.

Untuk Memperkaya Masa Kini

Yang terakhir, tetapi paling signifikan, menulis jurnal bukan sekadar tentang kemarin dan hari esok, melainkan hari ini, dan sukacita kita pada masa sekarang. Berikut adalah tiga cara di antara yang lainnya.

1. Memeriksa

Socrates melebih-lebihkan, tetapi memiliki maksud ketika dia mengatakan bahwa hidup yang tidak diperiksa, tidak layak untuk dijalani. Meskipun terbatas, ada area penting untuk introspeksi dan inspeksi diri dalam kehidupan orang Kristen. Sebagai contoh, itu adalah sebuah peluang bagi orang Kristen untuk belajar “jangan memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman” (Roma 12:3). Ada waktu untuk menguji diri sendiri (2 Korintus 13:5). Kecenderungan kita dalam menulis jurnal adalah memulainya dengan memeriksa-diri sendiri meskipun kita mau bergerak melampaui itu dan melihat Injil menerobos masuk dengan sinar harapan yang baru.

Bagian esensial dari menulis jurnal yang baik bukan hanya memeriksa diri, melainkan juga keluar dari diri sendiri dan ditangkap dalam sesuatu yang besar -- secara khusus, Seorang Pribadi yang Besar. Ketika Anda sedih atau marah atau cemas, biarlah jurnal Anda dimulai dengan keadaan hati Anda. Jujurlah dan bersikaplah realistis, tetapi mintalah Allah memberi anugerah untuk melampaui keadaan Anda, betapa pun suramnya, untuk menemukan pengharapan dalam Dia. Inilah pola yang sering ada dalam Mazmur: diawali dengan kengerian, berakhir dengan penuh harapan. Menulis jurnal adalah peluang untuk menyebarkan Injil dengan cara yang baru pada diri Anda sendiri, dimulai dari tempat Anda berada, tanpa sekadar menyuapi diri Anda dengan pernyataan-pernyataan kebenaran yang biasa Anda dengar, tanpa berhenti sejenak untuk memikirkan serta menuliskannya.

2. Merenungkan

Pikirkan menulis jurnal sebagai pelayan dari disiplin Kristen yang vital yang disebut merenung. “Mungkin kontribusi paling berharga dari disiplin menulis jurnal terhadap pengejaran akan kesalehan,” kata Whitney, “adalah bagaimana menulis jurnal memfasilitasi perenungan Kitab Suci, terutama kemampuan untuk meningkatkan perhatian pada teksnya” (254).

Ambillah beberapa potongan Injil yang menarik dari bacaan Alkitab Anda, atau bagian yang membingungkan tempat Anda terhenti, dan biarkan jurnal Anda menjadi laboratorium pembelajaran Anda. Ajukan pertanyaan yang sulit, kemukakan jawaban berdasarkan Alkitab, dan terapkan itu dalam hati dan hidup Anda.

3. Menguraikan, Mengeluarkan, dan Memimpikan

Terakhir, saat kita menulis jurnal, kita mampu menguraikan pikiran kita, mengeluarkan emosi kita, dan memimpikan usaha-usaha yang baru. Disiplin menulis memfasilitasi pemikiran yang cermat, mengatalisasi perasaan yang mendalam, dan menginspirasi tindakan yang memiliki tujuan.

Sukacita dan kepuasan yang dalam bisa muncul dari menuangkan pemikiran dan perasaan kita yang kompleks dan membingungkan ke dalam kata-kata pada halaman. Kepala dan hati kita membawa begitu banyak pemikiran dan emosi yang tidak terselesaikan yang hanya bisa diselesaikan saat kita menuliskannya. Sama seperti pujian bukan hanya ungkapan sukacita, melainkan perwujudan sempurnanya, demikian juga menulis bagi jiwa. Menulis bukan hanya menangkap apa yang sudah ada dalam diri kita, melainkan dalam tindakan menulis itu kita memampukan kepala dan hati kita untuk melangkah lebih lanjut, satu langkah, dua langkah, lalu sepuluh langkah. Itu memiliki efek kristalisasi. Tulisan yang baik bukan hanya ekspresi dari apa yang sedang kita alami, melainkan juga pendalaman dari pengalaman itu.

Adalah luar biasa bahwa Tuhan menciptakan dunia yang begitu siap untuk kata-kata yang tertulis, serta merancang keberadaan manusia begitu alamiah untuk menulis dan membacanya. Dan, Dia membuat pikiran kita sedemikian rupa sehingga kita mampu berpikir lebih jauh, dan melakukannya dengan lebih mendetail daripada yang bisa dilacak oleh ingatan jangka pendek kita pada saat ini. Ketika kita menulis, kita tidak hanya menguraikan pemikiran kita, mengeluarkan emosi kita, dan bermimpi tentang inisiatif baru, tetapi kita mengembangkan hal-hal tersebut.

Hal ini membuat penulisan jurnal bukan sekadar latihan introspeksi, melainkan juga jalan setapak menuju sukacita -- dan alat yang kuat pengaruhnya dalam tangan-tangan yang penuh kasih. (t/Jing-Jing)

Audio Menulis Jurnal

Diterjemahkan dari: Nama situs : Desiring God Alamat situs : https://www.desiringgod.org/articles/journal-as-a-pathway-to-joy Judul asli artikel : Journal As a Pathway to Joy Penulis artikel : David Mathis Tanggal akses : 8 November 2017 Topik: Serba-serbi Dunia Penulisane-Penulis 197/Januari/2018

Sukacita Bertumbuh dari Menulis Jurnal

RSS Pelitaku - 8 January, 2018 - 10:39

Selamat tahun baru 2018 bagi Sahabat e-Penulis. Bersyukur kepada Tuhan atas penyertaan dan pemeliharaan-Nya selama ini. Kami berharap, di sepanjang tahun ini, edisi demi edisi e-Penulis yang kami sajikan dapat memperlengkapi dan memberkati Sahabat e-Penulis.

Berbicara mengenai bersyukur, pernahkah Sahabat menuangkannya ke dalam tulisan? Sajian kali ini akan menginspirasi kita bahwa menulis jurnal pun bisa menjadi salah satu alternatif untuk melakukan hal ini. Menulis jurnal bukan sekadar menuangkan pengalaman kita sehari-hari, atau pengalaman masa lalu, melainkan bisa menjadi cara kita mengingat kasih Allah yang selama ini Ia curahkan bagi kita. Dengan melakukan hal ini, sukacita kita atas kebaikan Allah semakin terbina dan kepekaan kita akan penyertaan Allah atas hidup kita semakin bertambah. Penasaran bagaimana semuanya ini bisa terjadi? Mari menyimak artikel di bawah ini dengan saksama dan jangan lewatkan informasi-informasi lainnya yang akan meningkatkan pengetahuan Anda seputar dunia literasi. Selamat membaca. Tuhan Yesus memberkati.



Pemimpin Redaksi e-Penulis,
Santi T.

Dari Redaksie-Penulis 197/Januari/2018

Roadshow Mini Tim Pendidikan Kristen di STT Berita Hidup

RSS Blog SABDA - 3 January, 2018 - 11:47

Oleh: Ariel

Shalom, YLSA mengadakan roadshow lagi. Kali ini bukan roadshow #Ayo_PA!, melainkan roadshow mini tim Pendidikan Kristen (PK) YLSA. Kegiatan ini sudah direncanakan dalam program kerja 2017 tim PK. Namun, karena banyaknya kegiatan dan kesibukan di YLSA, rencana ini baru dapat kami laksanakan pada November 2017. Sejak awal, kami sudah menargetkan akan melakukan roadshow mini tim PK di persekutuan pemuda GKAI Betlehem di Karanganyar. Mengapa? Selain jaraknya yang cukup dekat, ada banyak mahasiswa sekolah teologi yang hadir dalam persekutuan ini. Menurut kami, mereka adalah salah satu target yang tepat untuk roadshow mini kali ini. Materi yang akan kami sampaikan kepada peserta adalah "Anak di Mata Allah dan Mengenal Karakter Anak".

Seperti biasa, sebelum melakukan roadshow, kami harus mempersiapkan semuanya dengan matang. Pio mempersiapkan alat-alat dan DVD yang akan kami bawa, sedangkan Tika dan Joy menyiapkan presentasinya. Sebelum terjun ke lapangan, Joy dan Tika selaku presentator harus melakukan latihan presentasi terlebih dahulu. Dalam latihan tersebut, kami memberikan masukan-masukan agar pada hari H, mereka dapat menyampaikan presentasi dengan baik. Saya sempat khawatir karena merasa persiapannya kurang lancar. Selain memberi dorongan semangat dan beberapa masukan, saya juga mendoakan mereka. Saya yakin dengan persiapan yang serius, Tuhan akan menolong kami melakukan pelayanan ini dengan baik dalam perkenanan-Nya.

Roadshow mini tim Pendidikan Kristen diadakan pada 10 November 2017 pukul 19.00 WIB, bertempat di GKAI Betlehem yang merupakan gereja kampus STT Berita Hidup. Pada pukul 18.00 WIB, kami berangkat dari kantor untuk mempersiapkan alat-alat presentasi. Rintik-rintik hujan yang turun seharian tidak mengurangi semangat kami untuk melayani Tuhan. Sebelum pukul 19.00 WIB, beberapa pemuda sudah datang, kami berkesempatan untuk beramah-tamah dengan mereka. Mereka juga bersedia membantu kami untuk mengatur LCD dan menata kursi. Kami sempat mengubah penataan kursi beberapa kali demi kenyamanan peserta ketika melihat layar LCD.

Tepat pukul 19.00 WIB, ibadah dimulai, yang diawali dengan menyanyikan beberapa pujian dan pemberian persembahan. Setelah pujian selesai, giliran saya menyampaikan pengantar presentasi dan mengenalkan anggota tim kepada peserta. Kami menyampaikan dua presentasi; yang pertama adalah "Anak di Mata Allah" yang disampaikan oleh Tika, yang kedua adalah "Karakter Anak" yang disampaikan oleh Joy. Sebagian besar peserta adalah mahasiswa STT Berita Hidup, sedangkan yang lain adalah pemuda GKAI Betlehem. Mereka semua adalah guru-guru Sekolah Minggu di gereja itu. Semua peserta terlihat antusias mendengarkan presentasi yang disampaikan, baik oleh Tika maupun Joy. Saya juga melihat Tika dan Joy menyampaikan presentasi dengan sangat bagus dan bersemangat. Semua kekhawatiran saya kemarin hilang sudah, yang ada hanyalah rasa syukur kepada Tuhan karena Dia benar-benar bekerja dalam diri Tika, Joy, dan anggota tim yang lain. Presentasi diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pembagian DVD Library SABDA Anak yang dipimpin oleh Evie. Antusiasme dalam hal ini juga terlihat dari setiap peserta, terbukti dengan munculnya berbagai pertanyaan dari mereka. Tepat pukul 21.00 WIB, acara roadshow ini berakhir.

Dari roadshow mini tim Pendidikan Kristen ini, saya belajar tentang koordinasi tim dan yang paling penting adalah penyerahan diri, terutama penyerahan kekhawatiran kepada Tuhan. Kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik bukan karena koordinasi tim yang baik, presentator yang hebat, maupun kepandaian kami semua, melainkan karena Tuhan yang melibatkan kami dalam rencana-Nya sehingga kami dapat melakukan kegiatan ini dan menjadi berkat bagi orang lain.

"Inilah kebanggaan kami, yaitu kesaksian hati nurani kami bahwa kami hidup di dunia ini, terutama terhadap kamu, dengan ketulusan dan kemurnian dari Allah, bukan dalam hikmat dunia, melainkan dalam anugerah Allah." 2 Korintus 1:12 (AYT)

Kategori: Pelayanan, Pendidikan Kristen

Rapat Kerja YLSA 2017/2018:Tuhan yang Menopang dan Menyertai

RSS Blog SABDA - 19 December, 2017 - 17:17

Oleh: Davida dan Yulia

Mulai pertengahan November 2017, saya melihat suasana di kantor Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) terlihat sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Setiap divisi dan tim pelayanan juga mulai lebih sering rapat. Suasana PA staf pun berbeda dari biasa. Untuk lebih dari seminggu, kami banyak membahas tentang persiapan rohani dan pikiran tentang apa yang Tuhan taruh dalam hati kami. Semua ini kami perjuangkan untuk mempersiapkan Rapat Kerja (Raker) YLSA yang akan diadakan pada 12 -- 13 Desember 2017. Setelah berdoa dan berjibaku dengan berkas-berkas laporan dan rencana tahun depan, hari H yang ditunggu pun akhirnya tiba.

Hari I: 12 Desember 2017: Laporan 2017

Raker hari pertama dibuka dengan sarapan bubur ayam bersama yang disediakan oleh sie konsumsi. Setelah itu, kami mendengarkan renungan yang disampaikan oleh Pak Jeffrey dari Kejadian 2:1-2. Dari renungan ini, saya belajar bahwa Allah kita adalah Allah yang bekerja, bahkan ketika Dia selesai menciptakan dunia dan segala isinya, termasuk manusia, Dia beristirahat tetapi tidak berarti berhenti bekerja. Allah tetap bekerja untuk menopang dunia yang diciptakan-Nya. Tanpa topangan-Nya, maka dunia ini akan hancur semua. Demikian juga kami, staf SABDA, bisa terus melakukan tugas pelayanan kami karena Allah yang selalu menopang. Jika Allah adalah Allah yang bekerja, apalagi kita umat pilihan-Nya.

Acara utama raker hari pertama adalah laporan dari para koordinator, yang mewakili tim-tim pelayanan, untuk melaporkan hasil kerja selama 2017. Selama memberi laporan, setiap staf tidak hanya mendengarkan, tetapi mereka juga diharapkan memberi pertanyaan atau masukan. Saya senang melihat semua staf ikut berpartisipasi sehingga kita semua bisa melihat hasil pelayanan dari berbagai sudut pandang.

Ketika setiap tim menyampaikan laporannya, saya semakin jelas melihat bagaimana topangan tangan Tuhan yang luar biasa sehingga memungkinkan hasil pelayanan yang maksimal. Melalui pemimpin, staf, volunter, mitra, sahabat, teman, dan pengguna produk SABDA, Tuhan bekerja untuk mewujudkan visi-Nya melalui SABDA, yaitu teknologi bagi pembangunan Kerajaan Allah. Beberapa hal yang berbeda dari raker-raker sebelumnya adalah beberapa tim menyertakan kesaksian-kesaksian dari para mitra maupun para pengguna produk-produk SABDA sehingga kami bisa merasakan manfaat dari apa yang kami kerjakan. Sungguh menjadi sukacita yang besar melihat semua jerih lelah kami yang tidak sia-sia. Banyak orang lebih mengenal Tuhan dan firman-Nya melalui berbagai bidang pelayanan yang YLSA kerjakan. Puji Tuhan, hari pertama raker berjalan dengan baik.

Namun, kami tidak bisa menyangkal, di antara pencapaian-pencapaian ada juga hasil yang kurang memuaskan, bahkan ada beberapa yang gagal dikerjakan. Salah satu contohnya adalah pengerjaan Alkitab Yang Terbuka (AYT). Penyelesaian teks AYT masih jauh dari target yang diharapkan. Semoga dari laporan ini, kita dipacu untuk segera menyelesaikan teks AYT karena sudah ada beberapa mitra yang mengantre untuk memakainya. Beberapa kegagalan lain disebabkan karena kurangnya sumber daya manusia. Hal ini menjadi catatan utama HRD. Kami harus terus berdoa agar Tuhan mengirim lebih banyak pekerja sehingga semakin banyak pekerjaan pelayanan yang bisa dikerjakan.

Hari II: 13 Desember 2017: Rencana Pelayanan 2018

Setelah menikmati sarapan dengan menu nasi bakmoy, kami mengawali raker hari kedua dengan mendengarkan renungan. Renungan pagi itu mengingatkan kita tentang waktu istirahat "hari ketujuh", yang disebut "sabat". Bagaimana mengaplikasikan sabat dalam pelayanan YLSA? Harus ada waktu-waktu di mana kita berhenti sejenak dari rutinitas kita untuk menikmati, terutama Tuhan dan firman-Nya. Secara khusus, hasil dari laporan AYT, bahkan pembicaraan beberapa minggu sebelum hari raker, sangat menggugah kita untuk mengaplikasikan "sabat" di SABDA dengan berhenti beberapa waktu dari tugas-tugas rutinitas untuk fokus mengerjakan AYT. Ini keputusan yang sangat drastis yang akan memberi dampak luas bagi pelayanan SABDA. Karena itu, kami harus mengambil keputusan bersama apakah semua staf bisa memberikan 5 jam sehari untuk terlibat "sesuai dengan kapasitas masing-masing", menyelesaikan teks AYT dan seputarnya. Puji Tuhan, di akhir renungan ini, secara bersama-sama kami bisa mengambil komitmen dengan satu semangat untuk menyelesaikan proses editing teks AYT, khususnya Perjanjian Lama. Perencanaan teknis masih harus dipikirkan baik-baik karena ada banyak tugas pekerjaan rutin yang tidak bisa ditinggalkan, misalnya semua komunitas media sosial. Namun, pekerjaan-pekerjaan lain harus disusun ulang berdasarkan prioritas baru ini.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, keputusan "sabat SABDA" berdampak besar bagi rencana pelayanan 2018. Puji Tuhan, satu per satu tim pelayanan, ketika mempresentasikan rencana pelayanan 2018, juga mulai memikirkan tugas-tugas apa yang harus dan bisa dipotong, diefisienkan dan digabungkan sehingga semua rencana ke depan bisa berjalan dengan baik dan penyelesaian pekerjaan AYT juga bisa dikerjakan. Karena itu, pada kuartal I dan II 2018, semua staf akan memberikan 60% waktu kerja untuk pengerjaan AYT. Selain itu, ada prioritas kedua yang juga harus kami perhitungkan, yaitu kelanjutan proyek "Pusat Konseling Digital Indonesia" yang menjadi bagian dari presentasi khusus raker hari kedua, sebagai lanjutan dari proyek aplikasi Android "He cares/Konseling" yang baru saja diluncurkan November 2017. Sesuai dengan dua prioritas ini, maka setelah raker selesai masing-masing tim pelayanan akan memikirkan lebih lanjut strategi teknis pelaksanaan rencana 2018. Berhubung dengan padatnya diskusi rencana 2018, raker tidak dapat ditutup pada hari kedua ini. Penutupan raker dilaksanakan pada keesokan harinya, sekaligus "debriefing" untuk mengevaluasi acara raker itu sendiri.

Hari III: 14 Desember 2017: Penutupan Raker

Acara penutupan raker dimulai dengan "debriefing" untuk masing-masing staf memberikan evaluasi dan hasil belajar selama mengikuti raker. Selain itu, kami juga menyampaikan mimpi-mimpi kami untuk 2018. Seluruh staf berpendapat bahwa acara berjalan dengan lancar dan tidak ada "ketegangan tingkat tinggi". Semua menikmati jalannya raker karena setiap pemaparan laporan maupun rencana dibicarakan dengan kesatuan hati demi kemajuan pelayanan. Beberapa staf juga belajar mengenai fleksibilitas untuk menyesuaikan rencana kerja dengan prioritas pelayanan yang dinyatakan Tuhan.

Puncak penutupan acara raker adalah renungan yang disampaikan oleh Ibu Yulia, Ketua YLSA, dengan tema God's Plan. Dasar dari renungan diambil dari Yesaya 1:1-11 yang merupakan janji Allah yang diterima oleh pemimpin YLSA ketika Allah pertama kali menyatakan visi-Nya kepada beliau untuk membuka ladang pelayanan digital di Indonesia. Saat ini, "dunia internet": alamat domain, software, apps, dan produk-produk digital adalah ladang yang Tuhan percayakan kepada YLSA. Dalam menjalankan rencana Allah itu, jalannya tidak selalu mulus. Banyak tantangan, hambatan, dan rintangan, tetapi Tuhan memberikan janji bahwa Dia akan menyertai asal kami taat. Renungan ini memberikan kekuatan kepada kami untuk setia melayani Dia di "tanah internet, tanah digital" yang saat ini kami "injak". Terpujilah Tuhan! Setelah itu, kami semua berdoa bersama untuk bersyukur kepada Tuhan dan menyatakan permohonan kami agar Tuhan selalu menolong dan menopang kami.

Raker sudah selesai. Selanjutnya adalah membuat strategi melakukan "sabat" dengan memberikan prioritas pada penyelesaian AYT dan prioritas-prioritas berikutnya. Harapan saya, seluruh staf, volunter, mitra, donatur, sahabat, dan pendukung YLSA semakin giat mengerjakan bagian tugas yang Tuhan berikan kepada kita. Mari kita bersatu hati untuk mempersembahkan IT FOR GOD! Segala kemuliaan bagi Tuhan!

Bagaimana Menulis Surat Natal yang Lebih Autentik

RSS Pelitaku - 14 December, 2017 - 15:30

Seberapa sering Anda membuka surat Anda selama masa Natal sampai menemukan sebuah kartu Natal dengan foto orang-orang yang Anda kenal, yang disertai dengan surat tahunan yang memuat hal seperti ini:

"Selamat hari Natal semuanya! Setahun terakhir ini merupakan masa penuh berkat yang luar biasa bagi keluarga kami. John memenangkan sebuah penghargaan di perusahaannya untuk pekerjaan hebat yang dia lakukan di sana, yang membuatnya mendapatkan promosi serta dibarengi dengan kenaikan gaji. Susan terus bekerja keras untuk memimpin studi Alkitab di gereja (di situ, dia menjadi teladan bagi banyak wanita yang ingin bertumbuh dalam kekudusan) dan menjadi relawan di rumah sakit setempat (kami bersyukur tidak ada yang sakit pada tahun ini). Namun, terlepas dari semua itu, dia masih bisa meluangkan waktu untuk membantu Susie dan Johnnie dengan aktivitas mereka yang banyak. Kedua anak itu selalu mendapatkan nilai tertinggi di sekolah, Susie memenangkan kompetisi piano regional kami, Johnnie memimpin tim sepak bolanya hingga memenangkan pertandingan kejuaraan, dan mereka berdua masih bersenang-senang mengajar banyak trik untuk Golden Retriever (salah satu jenis anjing - Red.) kami ...."

Semua orang senang mendengar (kabar) dari teman dan anggota keluarga besar yang cukup peduli untuk mengirim ucapan Natal. Namun, jenis surat Natal yang banyak orang kirim – terlampau dipermanis sehingga bisa juga menjadi cookie (serangkaian teks yang disimpan dalam komputer oleh situs web yang dikunjungi - Red.) – bukanlah cara terbaik untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang berharap mendapat inspirasi saat Natal. Terlalu banyak surat Natal yang terbaca seperti rangkuman-rangkuman prestasi yang dirancang untuk membuat orang lain terkesan, dengan deskripsi yang memukau yang membuat keluarga tampak sempurna. Keluarga-keluarga mengirimkan surat-surat semacam itu setiap tahun sebagai usaha dengan niat yang baik guna mendorong orang-orang agar mendapatkan semangat Natal. Namun, penerima surat-surat itu seringnya malah berkecil hati karena merasa seolah-olah kehidupan mereka yang tidak sempurna tidak akan pernah bisa sama dengan deskripsi tidak realistis yang mereka baca.

Jika Anda berani untuk secara autentik menggambarkan momen-momen, baik momen yang baik maupun buruk pada tahun lalu -- dan bagaimana Anda memercayai Allah terlepas dari tantangan -- surat-surat Natal Anda memiliki potensi besar untuk mendorong pembaca mencari Allah dan bergantung kepada Dia dalam kehidupan mereka sendiri. Inilah cara bagaimana Anda dapat menulis surat Natal yang lebih autentik tahun ini:

Berfokuslah pada pembaca Anda, bukan pada diri Anda dan keluarga Anda. Sewaktu Anda mempersiapkan diri untuk menulis surat Natal Anda, bayangkan beragam orang yang akan menerimanya. Pikirkan apa yang akan mereka sukai saat mereka membuka surat itu. Apa yang paling menarik perhatian mereka, dan mengapa? Apa yang akan menginspirasi mereka, mendorong mereka, membantu mereka, atau membuat mereka tertawa? Apa yang akan memperkaya hubungan mereka dengan Anda dan keluarga Anda? Mengalihkan fokus Anda ke luar akan membantu Anda menghindari kecenderungan membual yang berasal dari hanya berfokus pada kehidupan Anda sendiri. Ingatlah bahwa inti dari surat Natal Anda bukan untuk meyakinkan orang bagaimana Allah telah memberkati Anda, melainkan untuk memotivasi mereka untuk mencari Allah, yang juga ingin memberkati mereka.

Sebutkan hal yang buruk dan juga yang baik. Yesus mengatakan bahwa setiap orang akan mengalami masalah di dunia yang telah jatuh ini, jadi tidaklah perlu merasa malu dengan keadaan buruk yang Anda hadapi selama tahun lalu. Jangan ragu untuk menyebutkan situasi sulit yang telah menyulitkan Anda dan keluarga Anda akhir-akhir ini -- mulai dari penyakit dan kematian, sampai kehilangan pekerjaan, dan perpisahan hubungan. Anda dapat tidak menyebutkan rincian yang tidak ingin Anda ceritakan secara keseluruhan, tetapi penting untuk mengetahui bahwa seluruh (keluarga) Anda telah menderita di samping bersenang-senang selama setahun terakhir. Alkitab mendorong orang-orang percaya dalam Roma 12:15 untuk "bersukacitalah dengan yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis". Penting untuk mencapai keseimbangan yang realistis antara hal yang baik dan buruk saat menggambarkan kehidupan keluarga Anda secara bersamaan sehingga penerima surat Anda dapat bersukacita dan juga menangis bersama Anda.

Gambarkan bagaimana Anda berpaling kepada Allah sepanjang tahun lalu. Biarkan orang tahu bahwa di tengah segala hal yang telah Anda alami akhir-akhir ini, kehadiran tetap Allah yang terus ada bersama Anda telah membuat dampak yang nyata dan signifikan terhadap kehidupan Anda. Saat menggambarkan berkat-berkat Anda, lakukanlah dengan cara yang mengungkapkan rasa syukur Anda kepada Allah. Akui bahwa bahkan pencapaian pribadi Anda pada akhirnya adalah karena anugerah dan kemurahan Allah kepada Anda; Allahlah yang memberi Anda kesempatan yang Anda dapatkan hingga berhasil. Saat menjelaskan beban Anda, jelaskan bahwa Anda telah mengandalkan Allah untuk membantu Anda menghadapinya. Sebutkan pelajaran berharga yang Allah telah ajarkan kepada Anda melalui krisis dan kesalahan Anda. Mintalah orang-orang yang menerima surat Natal Anda untuk mendoakan Anda dalam berbagai situasi kesulitan secara spesifik. Jelaskan beberapa cara, yang Anda dapati, bagaimana Allah bekerja di tengah-tengah masalah Anda, serta bagaimana iman telah memberi Anda dan keluarga Anda harapan bahwa masalah Anda akan diselesaikan dengan cara yang tepat, pada saat yang tepat, dengan pertolongan Allah. Ketika penerima surat Anda membaca tentang bagaimana Anda semua memercayai Allah, mereka akan terinspirasi untuk lebih memercayai Allah dalam kehidupan mereka sendiri.

Ceritakan mengenai cerita-cerita lucu. Orang-orang secara alami tertarik pada cerita (Yesus sering berkomunikasi melalui cerita selama Ia berada di bumi), dan mereka terutama menyukai cerita lucu, karena humor menghancurkan pemisah di antara manusia. Jika Anda menceritakan beberapa cerita lucu tentang apa yang terjadi dalam kehidupan keluarga Anda akhir-akhir ini, orang-orang yang membaca surat Anda akan dapat terhubung dengan Anda sehingga mereka akan lebih mudah menerima apa yang Anda katakan tentang iman dibanding jika mereka tidak mendapatkannya.

Gunakan format yang kreatif untuk melibatkan pembaca Anda. Orang mungkin menerima banyak surat Natal yang berbeda selama musim Natal yang sibuk, dan kemungkinan besar mereka tidak akan terlalu memperhatikan surat-surat yang tampak membosankan. Orang-orang mungkin tidak akan membaca keseluruhan surat Anda jika itu tidak menonjol dari semua surat lain yang mereka terima. Jadi, gunakan kreativitas yang diberikan Allah untuk membuat surat Natal Anda menyenangkan untuk dibaca oleh orang-orang. Masukkan foto dan dekorasi untuk membuat surat Anda lebih menarik secara visual. Cobalah menulis dalam format yang berbeda, seperti dalam bentuk puisi, lagu, teka-teki silang, atau pertanyaan pilihan ganda. Sertakan kutipan inspirasional dari Alkitab dan orang-orang yang Anda kagumi. Pertimbangkan agar setiap orang di rumah Anda menulis sebagian dari surat, untuk menyajikan perspektif dari setiap orang dengan kata-kata mereka sendiri.

Secara terbuka, ucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu Anda secara signifikan. Tunjukkan kepada pembaca Anda tentang contoh kasih orang percaya dalam tindakan dengan menjelaskan beberapa cara yang telah dilakukan teman-teman dan keluarga Anda untuk membantu Anda selama setahun terakhir. Penerima surat yang mengenali diri mereka disebutkan dalam surat Anda akan merasa dihargai, dan yang lainnya akan terinspirasi untuk membaca tentang bagaimana Allah telah bekerja melalui orang-orang beriman yang telah mendukung keluarga Anda melalui doa, perkataan yang mendorong, serta berbagai tindakan praktis. (t/N. Risanti)

Audio Menulis Surat Natal

Diterjemahkan dari: Nama situs : Crosswalk Alamat situs : http://www.crosswalk.com/faith/women/how-to-write-a-more-authentic-christmas-letter.html Judul asli artikel : How to Write a More Authentic Christmas Letter Penulis artikel : Whitney Hopler Tanggal akses : 15 September 2016 Topik: Serba-serbi Dunia Penulisane-Penulis 196/Desember/2017

Menyebarkan Sukacita

RSS Pelitaku - 14 December, 2017 - 15:28

Ketika Janet pergi ke luar negeri untuk mengajar Bahasa Inggris di suatu sekolah, ia merasakan suasana di sana begitu suram dan tertekan. Orang-orang memang bekerja, tetapi tidak terlihat bahagia. Mereka tidak saling menolong atau mendorong satu sama lain. Namun, karena bersyukur atas semua yang telah Allah perbuat baginya, Janet mengungkapkan rasa syukur itu dalam segala hal yang dilakukannya. Ia tersenyum dan bersikap ramah. Ia berusaha menolong siapa saja semampunya. Ia menyenandungkan lagu-lagu dan pujian-pujian rohani.

Sedikit demi sedikit, setelah Janet membagikan sukacitanya, suasana di sekolah itu berubah. Satu demi satu, orang-orang mulai tersenyum dan mau saling menolong. Pada suatu waktu, seorang guru tamu bertanya kepada kepala sekolah tentang suasana sekolah yang terasa sangat berbeda. Sang kepala sekolah yang bukan Kristen itu menjawab, "Yesus mendatangkan sukacita!" Hidup Janet begitu dipenuhi sukacita dari Tuhan sehingga itu meluap dan dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Injil Lukas menceritakan bahwa Allah mengutus malaikat untuk memberitakan peristiwa kelahiran yang luar biasa kepada para gembala sederhana. Sang malaikat menyampaikan kabar mengejutkan bahwa bayi yang baru dilahirkan akan mendatangkan "kesukaan besar untuk seluruh bangsa" (Lukas 2:10). Dan, memang itulah yang terjadi.

Sejak saat itu, kabar tersebut telah tersebar dari abad ke abad hingga sampai kepada kita, dan sekarang kitalah pembawa berita sukacita Kristus kepada dunia. Melalui Roh Kudus yang berdiam dalam diri kita, marilah terus menyebarkan sukacita dari Yesus Kristus dengan mengikuti teladan-Nya dan melayani sesama.

Bacaan hari ini: Yohanes 16:16-24
Bacaan Alkitab Setahun: Mikha 1-3 dan Wahyu 11

Diambil dari: Judul buku : Santapan Rohani Judul renungan : Menyebarkan Sukacita (20 Desember) Penulis renungan : Julie Ackerman Link RenunganTopik: Renungane-Penulis 196/Desember/2017

Kreatif Menulis tentang Natal (II)

RSS Pelitaku - 14 December, 2017 - 15:26

DARI REDAKSI
Sensasi Surat Ucapan Natal

Ketika saya masih duduk di bangku sekolah menengah umum, tradisi mengirim kartu Natal/surat Natal masih cukup banyak dilakukan. Menyenangkan sekali ketika mendapat surat Natal, sebab dalam surat itu saya dapat merasakan adanya harapan-harapan, doa, kesaksian tentang kasih Allah, dan tentunya ucapan selamat Natal yang sesekali disertai gambar-gambar lucu buah karya lukisan tangan. Meski itu pengalaman dahulu, tidak ada salahnya jika kita kembali menilik sensasi sebuah surat ucapan Natal.

Pada edisi ini, kita akan belajar bagaimana menulis surat Natal yang autentik. Pada era ini, sepertinya surat Natal terkesan kuno atau ketinggalan, tetapi keautentikan isi surat Natal bisa menjadi ucapan Natal yang tidak terlupakan bagi pembacanya. Mengapa bisa demikian? Mari membaca edisi ini selengkapnya.

Tidak lupa, segenap redaksi e-Penulis mengucapkan Selamat Natal kepada Sahabat e-Penulis. Kiranya kasih Allah senantiasa menyertai kita semua. Terima kasih pula atas kebersamaan kita dalam setiap sajian e-Penulis selama setahun ini. Kiranya sajian kami dapat menjadi berkat bagi Sahabat. Sampai jumpa pada 2018 ya. Tuhan Yesus memberkati.



Pemimpin Redaksi e-Penulis,
Santi T.

Dari RedaksiTopik: Dari Redaksie-Penulis 196/Desember/2017

Komentar