RSS Blog SABDA | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

RSS Blog SABDA

Syndicate content
melayani dengan berbagi
Updated: 11 weeks 4 days ago

Pengalaman Baru Mengerjakan Tugas Membuat Gambar untuk Quote

2 February, 2018 - 15:21

Oleh: Indah, Mei, dan Kun

Berdasarkan keputusan bersama pada rapat akhir tahun 2017 di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), tugas membuat quote gambar akan dilakukan oleh masing-masing tim. Hal ini perlu dilakukan untuk meringankan beban tim Multimedia yang personelnya terbatas, sedangkan tugasnya sangat banyak. Oleh karena itu, dengan teknologi yang ada, seperti Quote Generator atau Power Point, diharapkan anggota-anggota tim dapat membuat sendiri gambar quote secara mandiri. Hal ini adalah pengalaman baru bagi beberapa orang yang mendapatkan tugas ini. Berikut ini adalah cerita dari Indah, Mei, dan Kun yang juga mendapatkan tugas baru tersebut.

"Shalom, saya Indah, dari tim Penjangkauan. Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman mengerjakan tugas membuat quote yang saya terima pada awal tahun ini. Awalnya, saya bergumul karena merasa kurang paham dalam mengerjakan tugas ini. Namun, dengan semangat yang Tuhan beri, saya mendorong diri untuk belajar dan mencari cara guna mendapatkan hasil yang maksimal. Saya mendapat tugas untuk membuat quote gambar bidang e-Wanita. Bahan untuk membuat quote, berupa kumpulan quote teks, saya dapatkan dari Mbak Okti sebagai pemimpin redaksi publikasi e-Wanita.

Hal pertama yang menjadi kesulitan saya adalah cara pembuatan quote. Banyaknya masukan dari beberapa teman terhadap quote yang sudah dikerjakan membuat saya semakin bingung. Saya pernah membuat quote memakai aplikasi di handphone, tetapi hasilnya tidak sebaik jika menggunakan CorelDraw, sementara saya belum begitu menguasai CorelDraw. Akan tetapi, saya bersyukur karena teman-teman menolong saya belajar menggunakan PPT untuk membuat quote gambar. Terima kasih untuk teman-teman yang bersedia berbagi ilmu dalam pembuatan quote, kiranya apa yang kalian bagikan dapat saya terapkan.

Quote pertama yang saya buat adalah quote untuk bulan Januari. Namun, hasil kerja saya mendapat banyak masukan dan perbaikan dari tim Multimedia. Akhirnya, saya merasakan juga apa yang dirasakan oleh teman-teman tim Multimedia ketika mendapatkan feedback quote dari para pemimpin redaksi, termasuk saya. Dari proses quality control (QC), rasanya sulit sekali mendapat kata "OK" untuk quote gambar yang saya kerjakan. Saya juga pernah harus mengganti background berkali-kali dan tetap saja harus direvisi. Puji Tuhan, ada yang menolong saya dalam proses perbaikan quote. Tuhan kirimkan Lukas untuk memberi masukan dan mencarikan background yang sama seperti yang saya mau. Oh ya, ada satu teman lagi yang memberikan masukan mengenai jenis tulisan (font) yang saya pakai dan dia bersedia menyediakannya. Terima kasih Kak Hadi.

Ya, beginilah suasana pengerjaan quote, semakin saya bingung semakin banyak teman yang Tuhan kirim untuk menolong. Dan, masih ada satu kesulitan lagi yang saya temui, yaitu bagaimana cara memadumadankan warna antara gambar dan font karena terkadang background yang penuh warna mempersulit pemilihan warna untuk jenis tulisan. Mencari background pun juga tidak boleh sembarangan karena background harus mewakili maksud tulisan.

Saya bersyukur karena quote bulan Januari dan Februari sudah terpasang di Facebook dan Instagram SABDA_ YLSA. Banyak hal dan cara baru yang saya dapatkan dalam proses belajar kali ini. Puji Tuhan!"

---
Shalom, saya Mei, dari tim Pendidikan Kristen. Saya bersyukur karena dipercaya untuk membuat quote gambar bidang e-BinaAnak dan e-Humor. Pekerjaan ini merupakan hal baru bagi saya. Akan tetapi, saya bersyukur karena sebelumnya sudah pernah berlatih membuat quote setiap hari Selasa dalam rangka menanggapi kliping artikel koran yang wajib dibaca untuk menambah wawasan kami. Walau tugas ini merupakan hal baru, tetapi saya bersemangat mengerjakannya. Awal mengerjakan tugas ini, saya dibantu beberapa staf yang tidak pelit dalam berbagi ilmu mereka. Hingga akhirnya, saya mulai terbiasa mengerjakan sendiri. Ada kepuasan ketika quote itu jadi dan lolos cek dari tim Multimedia. Saya bersyukur karena di SABDA, saya belajar banyak hal baru, salah satunya tugas membuat quote. Saya berharap quote yang sudah saya dan teman-teman buat dapat memberkati orang-orang yang membacanya."

----

Shalom, saya Kun, dari tim Pembinaan. Senang rasanya mendapat tugas baru yang belum pernah saya kerjakan. Tugas baru ini menuntut kreativitas dan kesabaran dalam membuatnya. Tugas ini adalah membuat quote gambar. Dalam pembuatan quote gambar, saya dipercaya untuk membuat quote bidang Misi dan Doa. Setiap bulannya, tim Pembinaan menerbitkan dua quote untuk setiap bidang. Menurut saya, pembuatan quote gambar ini tidak begitu sulit karena saya sudah mendapatkan training sehingga saya tinggal menerapkannya. Meski demikian, ada juga kendalanya, yaitu dalam proses QC dari tim Multimedia. Ketika mendapat feedback dari mereka, saya merasa kewalahan karena masih bingung juga dalam perbaikannya. Kadang dalam perbaikan, saya harus lebih detail dalam "mengutak-atik" ikon-ikon yang ada di PPT. Mari menjadi insan yang terus kreatif dan berkarya. Inilah pengalaman yang bisa saya bagikan. Terima kasih. Tuhan memberkati."

Pengalaman PA dengan Mendengarkan Lagu Rohani

21 January, 2018 - 11:18

Oleh: Maskunarti

Shalom, salam sejahtera bagi kita semua. Bersyukur kepada Tuhan Yesus, Maskunarti kembali menyapa pembaca setia blog SABDA. Dalam kesempatan ini, saya akan berbagi sedikit tentang pengalaman saya mengikuti Pendalaman Alkitab (PA) di SABDA, pada November 2017 yang lalu. PA tersebut sungguh berbeda dengan PA sebelumnya. Mengapa berbeda? Kali ini kami melakukan PA dengan sarana lagu (musik).

Musik (lagu) adalah bunyi yang teratur memiliki nada dan irama yang dapat menolong pendengarnya masuk dalam suasana atau perasaan tertentu. (Nama situs: yuksinau.id). Lagu dapat menjadi penghibur saat dalam kesedihan, dapat memotivasi dan memberi semangat dalam menjalankan aktivitas. Secara khusus dari kacamata rohani, lagu (musik) adalah sarana penyembahan kepada Tuhan mengungkapkan kebaikan, keadilan, kekudusan, dan kemuliaan Tuhan. Dalam Alkitab, kita juga dapat melihat bagaimana musik menjadi salah satu alat yang dipakai Allah untuk menyatakan kehendak-Nya. Sebagai contoh, dengan musik, Yosua dan bangsa Israel dapat menghancurkan tembok Yerikho (Red: Yosua 6).

PA menggunakan lagu ini kami lakukan dengan terlebih dahulu mendengarkan lagu (musik) rohani. tersedia juga lirik lagunya, yang kami baca untuk mengantar kita kepada pendalaman Alkitab. Lagu-lagu yang dipilih diambil dari album Stefanie Limanputri "Sepanjang Jalan Tuhan Pimpin" karena lagu-lagu yang dinyanyikan alkitabiah dan dinyanyikan dengan sangat bagus. Setelah mendengarkan lagu tersebut, kami diminta untuk merenungkan dan memikirkan ayat yang terkait dengan lagu, dan belajar apa dari lagu beserta aplikasinya. Dalam kelompok kecil, kami mendiskusikan lirik-lirik lagu yang menuntun kami kepada firman Tuhan. Lalu, kami mensharingkan hasil diskusi kami dalam kelompok besar.

Bersyukur sekali, saya dan teman-teman staf SABDA bisa mendengarkan lagu-lagu hymne yang berkualitas. Beberapa lagu yang berkesan, antara lain: "Sepanjang Jalan Tuhan Pimpin", "Speak, O Lord", "Sungguh Besar Kau Allahku", "Grace Alone". Pengalaman saya, saat lagu-lagu tersebut diputar, irama dan lirik dari lagu-lagu tersebut mampu menggetarkan hati saya. Lirik lagunya memiliki makna yang dalam, karena penulis hendak menceritakan pengalaman pribadinya bersama Tuhan, dan dituangkan dalam lirik-lirik lagu yang indah. Lagu-lagu tersebut menyadarkan saya bahwa Tuhan itu ada dan sungguh nyata, Dia selalu ada bagi umat-Nya yang senantiasa bergantung dan mengandalkan-Nya.

Dalam PA dengan lagu ini saya belajar beberapa hal, antara lain: Salah satu variasi metode PA yang baru bagi saya dan teman-teman staf SABDA. Lebih 'refreshing' karena mendengarkan lantunan yang membuai. Lalu, saya juga diingatkan bahwa kehendak Tuhan bisa dinyatakan kepada manusia dari banyak cara. Melalui lagu-lagu tersebut, saya begitu dikuatkan dalam menghadapi pergumulan hidup dan peka mendengar firman Tuhan. Saya merasa Tuhan berbicara kepada saya melalui lirik-lirik dalam lagu tersebut. Praise the Lord! Selain itu, dalam PA kali ini, saya diajak untuk belajar kritis. Saya, yang sebelumnya ketika menyanyikan lagu-lagu dalam ibadah di gereja hanya sebatas menyanyi dan kurang mendalami lirik-lirik lagu dan latar belakangnya, sekarang saya diajak untuk mendalami dan memaknai setiap lagu dengan baik.

Ini yang bisa saya bagikan untuk pembaca setia blog SABDA, kiranya menjadi berkat. Segala kemuliaan dan hormat hanya bagi Tuhan Yesus Kristus.

Roadshow #Ayo_PA! di SMK Warga, Solo

8 January, 2018 - 15:40

Oleh: *Irene

Pada 24 November 2017, saya diberi kesempatan untuk mengikuti acara roadshow #Ayo_PA! di SMK Warga, Solo. Jujur, saya sedikit khawatir karena saya belum begitu paham tentang acara ini. Saya belum pernah menggunakan aplikasi-aplikasi yang digunakan YLSA untuk pendalaman Alkitab, dan saya khawatir apakah saya bisa membantu teman-teman di sana. Pukul 10.45 WIB, saya berangkat menuju SMK Warga bersama Okti, Santi, Hadi, dan Pio. Sebelumnya, saya diberi tahu bahwa tugas saya nanti adalah membuat dokumentasi dan menjaga booth.

Sesampainya di sana, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan harapan kami, seperti ruangan yang masih digunakan, kursi yang belum ditata, tidak adanya mike, dll. Akan tetapi, saya salut dengan teman-teman YLSA karena tetap tenang dan mulai mengerjakan hal yang bisa dilakukan terlebih dahulu. Kami mulai dengan memasang banner, mempersiapkan bahan presentasi, menata booth dan kursi, sambil menunggu Pak Iwan (guru pembimbing). Selang beberapa menit kemudian, aula yang tadinya sepi mulai penuh dengan siswa-siswa yang akan mengikuti persekutuan siang hari itu. Ada sekitar 100-an siswa yang datang. Kami juga meminta bantuan salah satu siswa untuk memainkan gitar saat pujian pembuka.

Sesi pertama tentang "Tujuh Alasan Pentingnya Mempelajari Alkitab" disampaikan oleh Kak Okti, dan dilanjutkan oleh Kak Santi pada sesi kedua tentang "Penggunaan Teknologi Digital untuk ber-PA". Selain itu, pada sesi kedua ini juga dijelaskan tentang metode PA yang telah dikembangkan oleh YLSA, yaitu S.A.B.D.A (Simak, Analisa, Belajar, Doa/Diskusi, dan Aplikasi). Kedua presenter menyampaikan materi dengan sangat baik meskipun ada waktu-waktu tertentu mereka harus menegur beberapa siswa karena tidak fokus dan ramai. Siswa-siswa yang membawa HP dan memiliki paket data rata-rata berhasil mengunduh lima aplikasi yang telah dijelaskan, yaitu aplikasi Alkitab, AlkiPEDIA, Tafsiran, Kamus, dan Peta Alkitab. Mereka tidak sungkan untuk bertanya pada saat mengalami kesulitan, dan teman-teman YLSA dengan sigap membantu. Pada akhir presentasi, Santi memberi kuis untuk siswa-siswa tersebut. Mereka diberi instruksi untuk mencari berapa jumlah kata "firman" dalam kitab-kitab Injil. Para siswa SMK ini sangat antusias, mereka berebut untuk bisa menjawab. Namun, banyak dari mereka yang tidak mendengarkan instruksi dengan baik sehingga jawaban mereka kurang tepat, dan Santi harus mengulang instruksi. Alhasil, ada satu siswa yang bisa menjawab dengan tepat dan mendapatkan hadiah dari YLSA.

Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Mungkin pada awal acara, banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kami, tetapi Tuhan menolong kami. Saya percaya bahwa Roh Kudus akan membimbing mereka dan memberikan pertumbuhan. Saya pun bersukacita karena setelah persekutuan selesai, ada beberapa siswa yang menghampiri booth kami. Mereka mengambil brosur "Anda Punya Waktu 60 Hari" yang bisa membantu mereka untuk menyelesaikan membaca Alkitab PB dalam waktu enam puluh hari. Saya berdoa kiranya mereka bisa berkomitmen dalam melakukannya dan bisa membagikan apa yang mereka dapat ke orang-orang di sekitar mereka.

Roadshow Mini Tim Pendidikan Kristen di STT Berita Hidup

3 January, 2018 - 11:47

Oleh: Ariel

Shalom, YLSA mengadakan roadshow lagi. Kali ini bukan roadshow #Ayo_PA!, melainkan roadshow mini tim Pendidikan Kristen (PK) YLSA. Kegiatan ini sudah direncanakan dalam program kerja 2017 tim PK. Namun, karena banyaknya kegiatan dan kesibukan di YLSA, rencana ini baru dapat kami laksanakan pada November 2017. Sejak awal, kami sudah menargetkan akan melakukan roadshow mini tim PK di persekutuan pemuda GKAI Betlehem di Karanganyar. Mengapa? Selain jaraknya yang cukup dekat, ada banyak mahasiswa sekolah teologi yang hadir dalam persekutuan ini. Menurut kami, mereka adalah salah satu target yang tepat untuk roadshow mini kali ini. Materi yang akan kami sampaikan kepada peserta adalah "Anak di Mata Allah dan Mengenal Karakter Anak".

Seperti biasa, sebelum melakukan roadshow, kami harus mempersiapkan semuanya dengan matang. Pio mempersiapkan alat-alat dan DVD yang akan kami bawa, sedangkan Tika dan Joy menyiapkan presentasinya. Sebelum terjun ke lapangan, Joy dan Tika selaku presentator harus melakukan latihan presentasi terlebih dahulu. Dalam latihan tersebut, kami memberikan masukan-masukan agar pada hari H, mereka dapat menyampaikan presentasi dengan baik. Saya sempat khawatir karena merasa persiapannya kurang lancar. Selain memberi dorongan semangat dan beberapa masukan, saya juga mendoakan mereka. Saya yakin dengan persiapan yang serius, Tuhan akan menolong kami melakukan pelayanan ini dengan baik dalam perkenanan-Nya.

Roadshow mini tim Pendidikan Kristen diadakan pada 10 November 2017 pukul 19.00 WIB, bertempat di GKAI Betlehem yang merupakan gereja kampus STT Berita Hidup. Pada pukul 18.00 WIB, kami berangkat dari kantor untuk mempersiapkan alat-alat presentasi. Rintik-rintik hujan yang turun seharian tidak mengurangi semangat kami untuk melayani Tuhan. Sebelum pukul 19.00 WIB, beberapa pemuda sudah datang, kami berkesempatan untuk beramah-tamah dengan mereka. Mereka juga bersedia membantu kami untuk mengatur LCD dan menata kursi. Kami sempat mengubah penataan kursi beberapa kali demi kenyamanan peserta ketika melihat layar LCD.

Tepat pukul 19.00 WIB, ibadah dimulai, yang diawali dengan menyanyikan beberapa pujian dan pemberian persembahan. Setelah pujian selesai, giliran saya menyampaikan pengantar presentasi dan mengenalkan anggota tim kepada peserta. Kami menyampaikan dua presentasi; yang pertama adalah "Anak di Mata Allah" yang disampaikan oleh Tika, yang kedua adalah "Karakter Anak" yang disampaikan oleh Joy. Sebagian besar peserta adalah mahasiswa STT Berita Hidup, sedangkan yang lain adalah pemuda GKAI Betlehem. Mereka semua adalah guru-guru Sekolah Minggu di gereja itu. Semua peserta terlihat antusias mendengarkan presentasi yang disampaikan, baik oleh Tika maupun Joy. Saya juga melihat Tika dan Joy menyampaikan presentasi dengan sangat bagus dan bersemangat. Semua kekhawatiran saya kemarin hilang sudah, yang ada hanyalah rasa syukur kepada Tuhan karena Dia benar-benar bekerja dalam diri Tika, Joy, dan anggota tim yang lain. Presentasi diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pembagian DVD Library SABDA Anak yang dipimpin oleh Evie. Antusiasme dalam hal ini juga terlihat dari setiap peserta, terbukti dengan munculnya berbagai pertanyaan dari mereka. Tepat pukul 21.00 WIB, acara roadshow ini berakhir.

Dari roadshow mini tim Pendidikan Kristen ini, saya belajar tentang koordinasi tim dan yang paling penting adalah penyerahan diri, terutama penyerahan kekhawatiran kepada Tuhan. Kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik bukan karena koordinasi tim yang baik, presentator yang hebat, maupun kepandaian kami semua, melainkan karena Tuhan yang melibatkan kami dalam rencana-Nya sehingga kami dapat melakukan kegiatan ini dan menjadi berkat bagi orang lain.

"Inilah kebanggaan kami, yaitu kesaksian hati nurani kami bahwa kami hidup di dunia ini, terutama terhadap kamu, dengan ketulusan dan kemurnian dari Allah, bukan dalam hikmat dunia, melainkan dalam anugerah Allah." 2 Korintus 1:12 (AYT)

Kategori: Pelayanan, Pendidikan Kristen

Rapat Kerja YLSA 2017/2018:Tuhan yang Menopang dan Menyertai

19 December, 2017 - 17:17

Oleh: Davida dan Yulia

Mulai pertengahan November 2017, saya melihat suasana di kantor Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) terlihat sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Setiap divisi dan tim pelayanan juga mulai lebih sering rapat. Suasana PA staf pun berbeda dari biasa. Untuk lebih dari seminggu, kami banyak membahas tentang persiapan rohani dan pikiran tentang apa yang Tuhan taruh dalam hati kami. Semua ini kami perjuangkan untuk mempersiapkan Rapat Kerja (Raker) YLSA yang akan diadakan pada 12 -- 13 Desember 2017. Setelah berdoa dan berjibaku dengan berkas-berkas laporan dan rencana tahun depan, hari H yang ditunggu pun akhirnya tiba.

Hari I: 12 Desember 2017: Laporan 2017

Raker hari pertama dibuka dengan sarapan bubur ayam bersama yang disediakan oleh sie konsumsi. Setelah itu, kami mendengarkan renungan yang disampaikan oleh Pak Jeffrey dari Kejadian 2:1-2. Dari renungan ini, saya belajar bahwa Allah kita adalah Allah yang bekerja, bahkan ketika Dia selesai menciptakan dunia dan segala isinya, termasuk manusia, Dia beristirahat tetapi tidak berarti berhenti bekerja. Allah tetap bekerja untuk menopang dunia yang diciptakan-Nya. Tanpa topangan-Nya, maka dunia ini akan hancur semua. Demikian juga kami, staf SABDA, bisa terus melakukan tugas pelayanan kami karena Allah yang selalu menopang. Jika Allah adalah Allah yang bekerja, apalagi kita umat pilihan-Nya.

Acara utama raker hari pertama adalah laporan dari para koordinator, yang mewakili tim-tim pelayanan, untuk melaporkan hasil kerja selama 2017. Selama memberi laporan, setiap staf tidak hanya mendengarkan, tetapi mereka juga diharapkan memberi pertanyaan atau masukan. Saya senang melihat semua staf ikut berpartisipasi sehingga kita semua bisa melihat hasil pelayanan dari berbagai sudut pandang.

Ketika setiap tim menyampaikan laporannya, saya semakin jelas melihat bagaimana topangan tangan Tuhan yang luar biasa sehingga memungkinkan hasil pelayanan yang maksimal. Melalui pemimpin, staf, volunter, mitra, sahabat, teman, dan pengguna produk SABDA, Tuhan bekerja untuk mewujudkan visi-Nya melalui SABDA, yaitu teknologi bagi pembangunan Kerajaan Allah. Beberapa hal yang berbeda dari raker-raker sebelumnya adalah beberapa tim menyertakan kesaksian-kesaksian dari para mitra maupun para pengguna produk-produk SABDA sehingga kami bisa merasakan manfaat dari apa yang kami kerjakan. Sungguh menjadi sukacita yang besar melihat semua jerih lelah kami yang tidak sia-sia. Banyak orang lebih mengenal Tuhan dan firman-Nya melalui berbagai bidang pelayanan yang YLSA kerjakan. Puji Tuhan, hari pertama raker berjalan dengan baik.

Namun, kami tidak bisa menyangkal, di antara pencapaian-pencapaian ada juga hasil yang kurang memuaskan, bahkan ada beberapa yang gagal dikerjakan. Salah satu contohnya adalah pengerjaan Alkitab Yang Terbuka (AYT). Penyelesaian teks AYT masih jauh dari target yang diharapkan. Semoga dari laporan ini, kita dipacu untuk segera menyelesaikan teks AYT karena sudah ada beberapa mitra yang mengantre untuk memakainya. Beberapa kegagalan lain disebabkan karena kurangnya sumber daya manusia. Hal ini menjadi catatan utama HRD. Kami harus terus berdoa agar Tuhan mengirim lebih banyak pekerja sehingga semakin banyak pekerjaan pelayanan yang bisa dikerjakan.

Hari II: 13 Desember 2017: Rencana Pelayanan 2018

Setelah menikmati sarapan dengan menu nasi bakmoy, kami mengawali raker hari kedua dengan mendengarkan renungan. Renungan pagi itu mengingatkan kita tentang waktu istirahat "hari ketujuh", yang disebut "sabat". Bagaimana mengaplikasikan sabat dalam pelayanan YLSA? Harus ada waktu-waktu di mana kita berhenti sejenak dari rutinitas kita untuk menikmati, terutama Tuhan dan firman-Nya. Secara khusus, hasil dari laporan AYT, bahkan pembicaraan beberapa minggu sebelum hari raker, sangat menggugah kita untuk mengaplikasikan "sabat" di SABDA dengan berhenti beberapa waktu dari tugas-tugas rutinitas untuk fokus mengerjakan AYT. Ini keputusan yang sangat drastis yang akan memberi dampak luas bagi pelayanan SABDA. Karena itu, kami harus mengambil keputusan bersama apakah semua staf bisa memberikan 5 jam sehari untuk terlibat "sesuai dengan kapasitas masing-masing", menyelesaikan teks AYT dan seputarnya. Puji Tuhan, di akhir renungan ini, secara bersama-sama kami bisa mengambil komitmen dengan satu semangat untuk menyelesaikan proses editing teks AYT, khususnya Perjanjian Lama. Perencanaan teknis masih harus dipikirkan baik-baik karena ada banyak tugas pekerjaan rutin yang tidak bisa ditinggalkan, misalnya semua komunitas media sosial. Namun, pekerjaan-pekerjaan lain harus disusun ulang berdasarkan prioritas baru ini.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, keputusan "sabat SABDA" berdampak besar bagi rencana pelayanan 2018. Puji Tuhan, satu per satu tim pelayanan, ketika mempresentasikan rencana pelayanan 2018, juga mulai memikirkan tugas-tugas apa yang harus dan bisa dipotong, diefisienkan dan digabungkan sehingga semua rencana ke depan bisa berjalan dengan baik dan penyelesaian pekerjaan AYT juga bisa dikerjakan. Karena itu, pada kuartal I dan II 2018, semua staf akan memberikan 60% waktu kerja untuk pengerjaan AYT. Selain itu, ada prioritas kedua yang juga harus kami perhitungkan, yaitu kelanjutan proyek "Pusat Konseling Digital Indonesia" yang menjadi bagian dari presentasi khusus raker hari kedua, sebagai lanjutan dari proyek aplikasi Android "He cares/Konseling" yang baru saja diluncurkan November 2017. Sesuai dengan dua prioritas ini, maka setelah raker selesai masing-masing tim pelayanan akan memikirkan lebih lanjut strategi teknis pelaksanaan rencana 2018. Berhubung dengan padatnya diskusi rencana 2018, raker tidak dapat ditutup pada hari kedua ini. Penutupan raker dilaksanakan pada keesokan harinya, sekaligus "debriefing" untuk mengevaluasi acara raker itu sendiri.

Hari III: 14 Desember 2017: Penutupan Raker

Acara penutupan raker dimulai dengan "debriefing" untuk masing-masing staf memberikan evaluasi dan hasil belajar selama mengikuti raker. Selain itu, kami juga menyampaikan mimpi-mimpi kami untuk 2018. Seluruh staf berpendapat bahwa acara berjalan dengan lancar dan tidak ada "ketegangan tingkat tinggi". Semua menikmati jalannya raker karena setiap pemaparan laporan maupun rencana dibicarakan dengan kesatuan hati demi kemajuan pelayanan. Beberapa staf juga belajar mengenai fleksibilitas untuk menyesuaikan rencana kerja dengan prioritas pelayanan yang dinyatakan Tuhan.

Puncak penutupan acara raker adalah renungan yang disampaikan oleh Ibu Yulia, Ketua YLSA, dengan tema God's Plan. Dasar dari renungan diambil dari Yesaya 1:1-11 yang merupakan janji Allah yang diterima oleh pemimpin YLSA ketika Allah pertama kali menyatakan visi-Nya kepada beliau untuk membuka ladang pelayanan digital di Indonesia. Saat ini, "dunia internet": alamat domain, software, apps, dan produk-produk digital adalah ladang yang Tuhan percayakan kepada YLSA. Dalam menjalankan rencana Allah itu, jalannya tidak selalu mulus. Banyak tantangan, hambatan, dan rintangan, tetapi Tuhan memberikan janji bahwa Dia akan menyertai asal kami taat. Renungan ini memberikan kekuatan kepada kami untuk setia melayani Dia di "tanah internet, tanah digital" yang saat ini kami "injak". Terpujilah Tuhan! Setelah itu, kami semua berdoa bersama untuk bersyukur kepada Tuhan dan menyatakan permohonan kami agar Tuhan selalu menolong dan menopang kami.

Raker sudah selesai. Selanjutnya adalah membuat strategi melakukan "sabat" dengan memberikan prioritas pada penyelesaian AYT dan prioritas-prioritas berikutnya. Harapan saya, seluruh staf, volunter, mitra, donatur, sahabat, dan pendukung YLSA semakin giat mengerjakan bagian tugas yang Tuhan berikan kepada kita. Mari kita bersatu hati untuk mempersembahkan IT FOR GOD! Segala kemuliaan bagi Tuhan!

Komentar