Prinsip-Prinsip Belajar | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Prinsip-Prinsip Belajar


Kategori: Kiat-kiat

Prinsip-prinsip belajar mencakup:

A. Motivasi

Hadiah dapat mendorong (memotivasi) untuk berusaha lebih giat. Namun, di samping hadiah, ada hal-hal lain yang dapat mendorong belajar antara lain:

  1. Ingin mendapatkan pujian.
  2. Ingin melebihi teman-temannya.
  3. Tahu pentingnya pelajaran untuk dirinya sendiri.
  4. Takut mendapat malu.
  5. Takut hukuman.

B. Perhatian

Pelajaran tidak dapat masuk bila pikiran-pikiran kita penuh dengan masalah-masalah lain. Oleh sebab itu, selesaikan masalah-masalah itu terlebih dahulu di luar kelas.

C. Pengertian

Usahakanlah sebelum menghafalkan suatu hal, Anda mengerti hal itu terlebih dahulu. Cara-cara untuk dapat mengerti sesuatu hal atau pelajaran antara lain:

  1. Bertanya kepada teman (orang lain).
  2. Usahakan:

    1. Menganalisa dari macam-macam segi.
    2. Menyajikan dengan skema-skema atau gambar-gambar.
    3. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri: "Mengapa tidak begini atau begitu?"
  3. Membuat "mneumotekhnik" (jembatan keledai).

Contoh: PANCASILA bisa disingkatkan dengan TUMANSARAS (TU MAN SA RA S), singkatan dari:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
  5. Keadilan sosial.

D. Belajar dengan Berbuat

Ini adalah belajar yang paling efektif. "Learning by doing."

Aktivitas Siswa Hasil
a. Mendengar 15%
b. Ditambah melihat 55%
c. Ditambah berbuat 90%

(Contoh: Praktik membongkar "mesin" dengan diperlihatkan.)

Belajar di rumah: Jangan hanya dengan membaca saja, tetapi cobalah menuliskan apa yang dikatakan oleh guru (dosen).

E. Ulangan

"Repetitio meter studiorum est", artinya: mengulang adalah induk daripada belajar. Artinya, perlu mengulang garis-garis besar pelajaran.

Contoh: Dua kali belajar dalam waktu 6 jam lebih baik daripada 6 jam belajar terus-menerus. Untuk praktisnya, tenggang waktu kira-kira satu jam cukup baik. Misalnya, pada waktu tiduran, kenangkanlah apa yang telah dipelajari.

F. Latihan Ekspresi (memahami pelajaran, tetapi sukar dalam menyatakannya)

  1. Buatlah ringkasan-ringkasan dan mengulang-ulang menuliskan kembali ringkasan itu.
  2. Ceritakan kembali kepada rekan-rekan Anda.
  3. Adakan tanya jawab dengan sesama teman. Kalau itu matematika, kerjakanlah soal-soal dengan dalil-dalil atau rumus-rumus yang telah diajarkan.
  4. Gambarkan kembali dengan skema atau gambar.

G. Hambatan

Dalam menghadapi ujian:

  1. Jauhkanlah perasaan-perasaan yang menghambat seperti takut, benci, malu, marah, rasa jengkel, dan perasaan negatif lainnya.
  2. Konsentrasikanlah jiwa/pikiran pada pelajaran. Bila waktu ujian sudah dekat, jangan berusaha memasukkan pengetahuan baru. Boleh juga belajar sampai hampir masuk ruangan, tetapi itu mengenai hal-hal yang telah dipelajari. Jadi, sifatnya hanya mengulang saja.

H. Belajar di Sekolah

Adapun hal-hal yang dituntut dari para siswa sebagai berikut:

  1. Sikap terbuka terhadap penjelasan-penjelasan guru. Sifat menutup diri dapat timbul karena tidak suka kepada guru yang bersangkutan. Contoh: Karena sifat-sifat guru kurang disenangi.
  2. Mengetahui tujuan pendidikan sekolahnya.
  3. Mempelajari dan menyiapkan alat pelajaran mengenai mata pelajaran yang akan diajarkan. Ketahuilah meskipun sedikit, hal ini akan mempermudah penangkapan pelajaran.
  4. Dalam menerima pelajaran harus penuh minat dan perhatian.
  5. Dalam menerima pelajaran selalu kritis.

    Kita perlu mengetahui bahwa ada 3 sikap:

    1. Sikap tak percaya: Tidak percaya atas penjelasan-penjelasan guru karena curiga.
    2. Sikap menerima bulat-bulat -- menelan mentah-mentah.
    3. Sikap kritis -- sikap terbuka selama itu masuk akal dan minta penjelasan atau mendebat bila meragukan atau tidak masuk akal.
  6. Selalu memiliki rasa ingin tahu dan ingin mendapat.
  7. Tidak malu bertanya mengenai hal-hal yang belum jelas. Buanglah sifat pemalu, tetapi jangan menonjolkan diri. Hal-hal yang ditanyakan adalah hal-hal yang benar-benar diragukan.
  8. Selalu berusaha mencapai nilai yang setinggi-tingginya.
  9. Aktif lahir dan batin.
  10. Ada 3 Cara Mengikuti Pelajaran

    1. Cara Stenografis: Menulis semua penjelasan guru tanpa satu kata yang terlewatkan. Selalu buat singkatan, misalnya: tertentu -- dengan ttt.
      • Keuntungannya: Semua yang diberikan dapat diterima/dipahami.
      • Kerugiannya: Tidak punya waktu untuk mengasimilasikan (mengolah). Jadi, hanya sebagai "tape recorder" saja.
    2. Mengambil pokok-pokoknya saja:
      • Keuntungannya: Dapat mengambil intisari pelajaran.
      • Kerugiannya: Saat ujian, sering kehilangan detailnya.
    3. Meringkas kalimat-kalimat: Boleh pilih salah satu. Cara yang beruntung ialah: Belajar bersama dengan ketiga tipe itu.
  11. Di rumah/di asrama, hasil kuliah diulangi kembali walaupun hanya dibaca sekali saja. Tujuannya adalah supaya kita mendapat gambaran yang lebih mendalam.

I. Belajar di Asrama atau Rumah

Pertama-tama, pilihlah waktu dan tempat yang tetap. Tempat belajar harus enak/nyaman. Meja dan tempat duduk cukup nyaman supaya ada konsentrasi/perhatian. Penerangan cukup dan sinarnya tidak langsung (pakai bohlam listrik yang buram).

J. Kalau Perlu dengan Diiringi Musik

Yang baik untuk penyerta dalam belajar ialah musik yang lambat (slow) dan itu pun hanya instrumentalia.
Perlu diingat: Dalam belajar, tidak perlu terus-menerus. Harus ada waktu istirahat untuk pengendapan apa yang dipelajari.

Diambil dan disunting dari:

Nama situs : Memakan Roti Hidup
Alamat URL : http://marryhot.blogspot.com/2015/05/prinsip-prinsip-belajar.html
Judul artikel : Prinsip-Prinsip Belajar
Penulis artikel : Drs. R.I. Suhartini
Tanggal akses : 5 Juni 2015

Komentar