Skip to main content

Mengapa Anak-anak Senang Komik?

Komik berfungsi sebagai dunia alternatif bagi anak-anak, memungkinkan mereka untuk beridentifikasi dengan pahlawan dan berinteraksi sosial, meskipun tidak semua anak yang meninggalkannya menunjukkan kematangan. Penelitian menunjukkan bahwa pembaca komik memiliki tingkat intelegensi yang sebanding dengan mereka yang tidak, serta membantu meningkatkan perbendaharaan kata. Ketertarikan anak pada komik dipengaruhi oleh kemudahan akses, harga terjangkau, dan daya tarik visual yang sederhana namun menarik.

  • komik
  • anak-anak
  • pahlawan
  • kematangan
  • pengaruh
  • kata-kata baru
  • alat tukar
  • Kegiatan membaca komik memberikan anak-anak pelarian dari kenyataan dan identifikasi dengan pahlawan.
  • Meninggalkan komik tidak selalu berarti anak telah matang, dan sebaliknya, tetap membaca komik tidak selalu menandakan ketidakmatangan.
  • Anak-anak cenderung beralih ke bacaan yang lebih realistis jika komik tidak lagi memenuhi kebutuhan estetis mereka.
  • Komik juga berfungsi sebagai sarana sosialisasi dan koleksi, meskipun nilai koleksi ini dapat menurun seiring kematangan anak.
  • Penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat intelegensi antara pembaca komik dan bukan pembaca komik.
  • Komik bisa menjadi alternatif bagi anak-anak yang merasa tertekan oleh tuntutan kehidupan nyata.
  • Komik kaya akan ilustrasi, cerita singkat, dan menarik, yang membuatnya mudah diakses dan popüler di kalangan anak-anak.

Saat membaca komik, anak-anak keluar dari lingkungan nyata mereka. Komik memungkinkan mereka mengidentifikasi diri dengan pahlawan yang kuat dan selalu benar. Saat masa kanak-kanak mencapai tahap akhir, ketika selera dan kemampuan anak menuju kematangan, ia pun akan mampu meninggalkan komik.

Namun, ini bukan berarti hanya karena meninggalkan komik, anak pasti sudah matang. Kita juga tidak bisa memastikan bahwa anak yang masih terus membaca komik merupakan pertanda ketidakmatangan. Kalau anak merasa komik tidak lagi memuaskan kebutuhan estetisnya dan komik sangat tidak realistis dalam hubungannya dengan masalah sehari-hari, dengan sendirinya mereka akan pindah ke cerita-cerita atau buku-buku yang lebih realistis.

Selain itu, komik juga menjadi ajang bersosialisasi anak dengan saling bertukar komik selain itu ada juga yang menjadikannya sebagai benda koleksi. Namun, nilai benda-benda ini cenderung menurun di mata anak seiring dengan kematangannya.

Orang tua dan guru tidak perlu khawatir akan pengaruh komik terhadap anak-anak sekolah. Dalam penelitian yang membandingkan anak-anak yang senang membaca komik dan yang jarang membaca komik, ditemukan bahwa kedua kelompok ini memiliki tingkat intelegensi yang sama. Meskipun pola membaca setiap individu sangat berbeda, sejumlah anak yang digolongkan sebagai "pembaca komik," ternyata memiliki program bacaan yang sangat baik secara keseluruhan. Tidak ada perbedaan yang mencolok antara pembaca komik dengan yang bukan pembaca komik.

Anak-anak yang merasa perlu untuk berbuat nakal atau menghindar dari tuntutan kehidupan nyata, tampaknya menganggap komik berguna. Komik merupakan sarana yang paling mudah didapat untuk membantunya memperoleh yang diinginkannya. Dengan membaca komik anak memperoleh banyak kata-kata baru yang memperkaya perbendaharaan kata-katanya.

Banyak alasan mengapa komik menarik bagi anak-anak. Komik mudah didapat, tidak mahal, ceritanya sederhana, tetapi menarik dan banyak gambarnya, serta berwarna-warni. Hurufnya biasanya besar-besar dan ceritanya pendek. Komik pun bisa dijadikan sebagai alat tukar.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama situs : Intisari
Alamat URL : http://intisari-online.com/
Judul asli artikel : Mengapa Anak-anak Senang Komik?
Penulis : K. Tatik Wardayati
Tanggal akses : 9 Oktober 2013