Skip to main content

Artikel

Membaca Buku Lintas Ruang dan Waktu

JIKA masyarakat Indonesia disuruh memilih, lebih suka mana antara membaca buku, menonton televisi, mendengarkan musik, atau bermain telepon cerdas (smartphone)? Pilihan paling minim tentu: membaca buku. Jarang kita melihat kebiasaan orang-orang membaca buku di tempat-tempat umum. Budaya baca masih kalah dengan budaya lisan yang cukup dominan. Saat di kerumunan sosial, orang-orang berbincang hal-hal yang sedang viral, seputar politik, pemilu, gosip artis, atau sepak bola.

Lima Alasan Mengapa Alkitab Adalah Buku yang Paling Penting di Dunia

Alkitab adalah satu-satunya buku yang paling penting yang pernah ditulis. Alkitab adalah saksi dari peristiwa bersejarah, seperti betapa luar biasanya pembuatan dunia yang kita tinggali saat ini. Tanpa buku ini, dunia Barat dan Timur akan sangat berbeda saat ini jika kejadian yang ada dalam Buku ini tidak pernah terjadi.

Meski Hidup pada Era Digital, Jangan Tinggalkan Kebiasaan Membaca Buku

Saat malam menjelang atau kala akhir pekan datang, masih adakah di antara kita yang masih rajin membaca buku? Di tengah “ledakan” teknologi ketika berbagai produk telah dikemas menjadi bentuk digital, termasuk buku yang tentunya ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau. Meskipun begitu, kebiasaan membaca buku konvensional tetap harus dipelihara, apa pasal?

Kiat Membaca Cepat

Masih Ingatkah saat mata pelajaran Bahasa Indonesia kita sering diminta guru untuk membaca cepat bahkan terkadang menggunakan timer untuk menghitungnya. Hal itu dimaksudkan untuk mengukur kemampuan membaca yang kita miliki, kemampuan membaca cepat ini penting loh terutama untuk mengetahui kemampuan menyerap informasi lewat bacaan secara cepat dan akurat. Semakin seseorang membaca cepat, semakin banyak informasi yang diserap otak kita. Kemampuan membaca cepat berkaitan juga dengan tingkat intelektual seseorang.

Menentukan Target Menulis

Banyak orang awalnya tidak pernah berpikir untuk menekuni dunia menulis, tetapi pada akhirnya, karena suatu keadaan, "memaksa" dirinya harus bisa menulis. Misalnya, karena tuntutan tugas dan pekerjaan, peningkatan jenjang karir, ekonomi, dan lain sebagainya. Beberapa di antaranya berhasil langsung melewati fase tersebut dengan target yang ditetapkan. Namun, beberapa lainnya harus berjuang keras untuk menyelesaikannya dengan berbagai kendala. Akan tetapi, banyak juga yang akhirnya malah benar-benar bisa menjadi penulis profesional, lho!