 |
| Judul buku |
: |
Bersamamu Selamanya -- Cara Pandang Kristiani tentang Cinta, Pernikahan, dan Seks |
| Judul asli |
: |
Making Love Last a Lifetime |
| Penulis/Penyusun |
: |
Adam Hamilton |
| Penerjemah |
: |
Yohanes Effendi Setiadarma, MBS. |
| Editor |
: |
C. Krismariana W., G. Dyah Paramita P.K. |
| Penerbit |
: |
Gloria Graffa, Yogyakarta 2007 |
| Ukuran buku |
: |
19 x 12,3 cm |
| Tebal |
: |
197 halaman |
| ISBN |
: |
-- |
| Buku Online |
: |
-- |
| Download |
: |
-- |
|
"And they live happily ever after." Kata-kata itu sering kita baca atau dengar sebagai penutup dalam dongeng-dongeng peri maupun cerita-cerita romantis. Akibatnya, banyak dari kita yang menganggap bahwa pernikahan merupakan akhir dari proses perjalanan hidup, dan pasangan yang menikah pasti akan hidup dengan bahagia. Akan tetapi, pernikahan bukanlah akhir dari cerita perjalanan hidup dan pasangan yang menikah tidak otomatis akan meraih kebahagiaan. Pernikahan adalah proses pembelajaran seumur hidup, yang menjadi media panggilan Allah agar setiap pasangan dapat hidup di dalam rencana dan kehendak-Nya. Dalam pernikahan kristiani, kedua pribadi melebur menjadi satu untuk saling membantu, melayani, dan berbagi satu dengan yang lain atas dasar kasih Tuhan. Tanpa konsep tersebut, pernikahan akan berjalan tanpa arah, dan kemungkinan besar tidak ada sukacita di dalamnya.