Renungan | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Renungan


Hadiah Terindah

Kategori: Renungan

Saya meletakkan gagang telepon dan berpaling ke arah orang tua saya. "Kata Dr. Wallwork, aku bisa pulang untuk merayakan Natal." Kami tersenyum bersama seakan-akan perkataan dokter itu adalah berita baik, tetapi kami tahu bahwa hal itu bukanlah berita baik.

Saat itu tanggal 22 Desember 1980. Sudah beberapa bulan ini kami tinggal di suatu tempat yang disebut Life Row. Gedung ini merupakan apartemen yang berdekatan dengan Rumah Sakit Stanford di Palo Alto. Di tempat inilah pasien seperti saya menunggu donor organ tubuh yang dapat digunakan untuk tranplantasi. Pada usia 18 tahun, saya menanti-nantikan jantung yang baru. selengkapnya...»


Cerita Natal? Ah, Paling Juga Begitu Saja ....

Kategori: Renungan

Ditulis oleh: Wiji Suprayogi

Berkali-kali aku menjumpai rapat Natal yang memutuskan untuk menggantikan acara cerita Natal yang berupa kisah kelahiran Yesus dengan cerita lain. Anggapan yang muncul adalah semua sudah hafal dan semua bisa membacanya di Alkitab, jadi tidak perlu lagi membahasnya. "Paling kisahnya itu-itu juga, jadi mending kita ganti dengan cerita lain yang lebih seru dan menarik jemaat," begitu komentar beberapa orang. selengkapnya...»


Salib Berbicara

Kategori: Renungan

Bacaan: Kisah Para Rasul 2:22-39

Salib menghiasi menara-menara gereja dan menandai tempat-tempat pemakaman. Kadang kala salib juga menandai lokasi meninggalnya seseorang dalam kecelakaan di jalan raya. Dan salib kerap dipakai sebagai perhiasan. selengkapnya...»


Pencinta Buku

Kategori: Renungan

Bacaan: Mazmur 119:137-144

Kutu buku, begitulah sebutan kita bagi seorang pencinta buku. Sebagian dari kita dengan senang hati mengaku sebagai pencinta buku yang kecanduan membaca buku. selengkapnya...»


Menyerahkan yang Paling Berharga

Kategori: Renungan

Seorang muda bertanya kepada Yesus, bagaimana caranya ia dapat memiliki hidup kekal. Yesus menyarankan agar ia melakukan seluruh perintah Allah. Namun, si pemuda mengaku telah terbiasa melakukannya sejak lama. Jadi, ia bertanya lagi, "Apa lagi, Yesus?" Tanpa bermaksud memojokkan, Yesus menjawab, "Satu hal lagi yang harus kaulakukan: Juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin ..., kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku." Eh, bukannya senang pertanyaannya dijawab, si pemuda malah berubah menjadi amat sedih. Mengapa? Sebab ia tak rela kehilangan hartanya yang begitu banyak! Itu sebabnya Yesus berkomentar, "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah" (sebuah petikan kisah di Lukas 18:18-27). selengkapnya...»


Untuk Belajar Taat dan Disempurnakan

Kategori: Renungan

Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya. (Ibrani 5:81)

Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah - yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan - yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan. (Ibrani 2:10) selengkapnya...»


Renungan Natal

Kategori: Renungan

Saat ini, Natal/kekristenan telah menjadi industri yang menguntungkan bagi banyak orang. Kebanyakan orang Kristen yang merayakan Natal dan menyambut Natal bukanlah menyambut bayi Yesus, menunggu-nunggu kedatangan Yesus, mempersiapkan kelahiran Yesus, melainkan hanya menyambut hari Natalnya. Natal disambut dengan gegap gempita dan komersialisasi Natal di lakukan oleh banyak pengusaha (mungkin juga orang Kristen) dengan menjual banyak produk yang berkaitan dengan Natal ini. Ada yang menjual mainan, pernik-pernik Natal, lagu-lagu Natal, kartu Natal, dll. Itulah industri Natal, itulah globalisasi Natal. selengkapnya...»

Komentar