Renungan | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Renungan


Dampak dari Salib

Kategori: Renungan

Kematian Yesus Kristus 2000 tahun yang lalu bukan semata-mata tindakan heroik seperti yang dibayangkan oleh para tokoh agama yang idealis. Tidak juga semata-mata menunjukkan kelemahan. selengkapnya...»


Di Tempat Tertutup

Kategori: Renungan

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Bacaan: Matius 6:5

Di hampir segala bidang kehidupan, ada tekanan yang tiada henti-hentinya untuk berprestasi; mungkin kecuali doa. Tidak ada aturan ataupun rapor untuk doa. Bukan seperti orang-orang Farisi yang berdoa untuk mengesankan orang, Yesus justru mengatakan bahwa doa bukanlah kompetisi. Doa tidaklah dicatat dalam evaluasi performa di surga untuk dibicarakan. selengkapnya...»


Gratis!

Kategori: Renungan

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16) selengkapnya...»


Penyerahan Diri Yesus Sendiri

Kategori: Renungan

Efesus 5:25-27

Sedemikian besar dan ajaib pekerjaan yang harus dilakukan Yesus bagi orang-orang berdosa, sehingga untuk itu Ia harus memberikan diri-Nya sendiri. Sedemikian besar dan ajaib kasih Yesus kepada kita, sehingga Ia benar-benar memberikan diri-Nya sendiri bagi dan kepada kita. Sedemikian besar dan ajaib penyerahan Yesus itu, sehingga apa yang diusahakan-Nya itu benar-benar dapat dan sepenuhnya terjadi pada kita. Karena Yesus, yang suci dan Mahakuasa itulah yang telah menanggung sendiri semuanya. Ia menyerahkan diri-Nya sendiri bagi kita. Sekarang yang perlu ialah kita harus mengerti dengan benar dan percaya dengan sungguh-sungguh akan penyerahan-Nya bagi kita. selengkapnya...»


Salib Setiap Hari

Kategori: Renungan

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Fakta pengalaman [hidup] kekristenan menunjukkan bahwa kebanyakan orang percaya menjelajahi padang gurun, [seperti dalam] Roma 7, selama beberapa waktu. Mereka berada dalam perasaan yang campur aduk sebelum mereka masuk ke dalam hidup berkemenangan di dalam Kristus. Seorang rasul besar, Paulus, mengungkapkan kejatuhan rohaninya yang menyedihkan yang berlanjut pada pertobatannya. Hal ini terjadi ketika dia berseru dalam keputusasaannya yang mendalam (Roma 7:24). Kemudian dia belajar sesuatu yang selanjutnya dia tulis di Roma 6:11. Dia benar-benar mengerti bahwa Allah membebaskannya dari kehidupan yang dikuasai hawa nafsu yang menjijikkan bukan dengan resolusi, tetapi mengandalkan penyaliban yang diwakilkan oleh Yesus Kristus. selengkapnya...»


Ingat!

Kategori: Renungan, Natal

"Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: 'Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi'" (Matius 2:4-5)

Ada sebuah realitas ironis yang dikemukakan penulis Injil Matius dalam paparannya tentang masa kanak-kanak Yesus. Pihak yang paling dekat dengan Kitab Suci, tulisan sakral yang merekam wahyu ilahi tentang kelahiran sang Mesias, justru tidak menyambut dengan antusias berita Natal yang berkumandang di Yerusalem. Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki Kitab Suci, para majus dari Timur, yang notabene adalah orang-orang kafir, justru tidak mau melewatkan kesempatan untuk meliput peristiwa yang cuma sekali di sepanjang sejarah tersebut! selengkapnya...»


Menghargai Natal di dalam Hati Kita

Kategori: Renungan, Natal

Oleh: James Montgomery Boice

Bacaan: Lukas 2:8-20

Bagaimana kita seharusnya merayakan Natal? Jika Anda bukan orang Kristen, cara yang terbaik untuk merayakan Natal adalah dengan menjadi orang Kristen, yaitu dengan percaya kepada Tuhan Yesus, meminta Dia agar masuk ke dalam hati Anda dan mengambil keputusan untuk mau mengikut Dia sebagai murid-Nya.

Tetapi mungkin Anda sudah menjadi orang Kristen. Mungkin Anda sudah percaya kepada Tuhan Yesus. Kalau demikian, bagaimana seharusnya Anda merayakan Natal? selengkapnya...»


Minggu-Minggu Prapaskah

Kategori: Renungan, Paskah

Mengapa gereja kita mengadakan minggu-minggu persiapan sebelum memasuki hari raya Paskah?

Sesungguhnya, minggu-minggu persiapan itu bertujuan untuk mengajak jemaat mempersiapkan hati untuk memasuki perayaan Paskah. Beberapa gereja menyebutnya sebagai Minggu Sengsara, walaupun lebih tepat jika yang disebut Minggu Sengsara itu adalah minggu terakhir dari minggu-minggu pra-Paskah itu sendiri. Tidak disebut Minggu-Minggu Sengsara karena masa-masa persiapan/pra-Paskah itu tidak selalu berisi dukacita dan pergumulan berat. Minggu-minggu pra-Paskah itu adalah waktu dan kesempatan bagi umat untuk lebih menghayati peristiwa salib Kristus. Masa pra-Paskah adalah kesempatan spiritual bagi umat dan gereja untuk lebih mengenal kasih Allah di dalam Kristus. Pertobatan dari dosa selalu diikuti dengan anugerah pengampunan Allah. selengkapnya...»


Makna Kebangkitan Kristus

Kategori: Renungan, Paskah

Pembacaan Alkitab: 1 Korintus 15:1-20

"Riwayat hidup" Yesus tidak berakhir pada saat kematian-Nya. Hari Jumat Agung disusul oleh Hari Paskah: pada hari yang ketiga Ia bangkit pula dari antara orang mati!

Ketika itulah ternyata, bahwa kematian Kristus menjadi kemenangan atas dosa, maut dan iblis. Dan oleh kebangkitan-Nya dinyatakanlah, bahwa Yesus itu Kristus, Anak Allah dan Tuhan kita (Roma 1:4; Kisah Para Rasul 2:32). Bahkan, juga harapan kita tentang masa-depan semata-mata berdasar pada kebangkitan Kristus (2 Korintus 1:9; 1 Petrus 1:3). selengkapnya...»


Kelirumologi Natal

Kategori: Renungan, Natal

Oleh: Pdt. Ayub Yahya

Tidak salah bahwa di dunia ini ada banyak sekali kekeliruan, seperti disinyalir oleh Jaya Suprana, pencetus "kelirumologi" itu. Tetapi karena hal itu sudah terlanjur biasa diucapkan dan didengar atau terlanjur sering dipakai sehingga itu tidak lagi dirasakan sebagai kekeliruan. Misalnya, anggapan bahwa Yunus ditelan ikan paus. Keliru. Selain paus bukan sejenis ikan, tetapi mamalia, dalam cerita Yunus di Alkitab juga tidak pernah disebutkan ikan paus; hanya disebutkan ikan besar (Yunus 1:17). Atau dalam pemakaian kata-kata. Misalnya kata acuh, kerap orang menyamakan dengan tidak peduli, cuek. Padahal acuh, artinya justru peduli alias tidak cuek. selengkapnya...»

Komentar