RSS Blog SABDA | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

RSS Blog SABDA

Syndicate content Blog SABDA
Melayani untuk berbagi
Updated: 2 hours 33 min ago

Kenal Mitra SABDA: STT Intheos Surakarta & Kenal Produk: Paket Paskah 2025

15 May, 2025 - 10:00

Shalom Sahabat SABDA. Senang sekali bisa menyapa Sahabat SABDA lagi melalui tulisan saya kali ini. Saya mau berbagi pengalaman nih ketika mengikuti dua acara live melalui IG @sabda_ylsa yang berlangsung pada Maret, yaitu Kenal Mitra: STT Intheos Surakarta pada 10 Maret dan Kenal Produk: Paket Paskah 2025 pada 24 Maret. Kedua acara ini benar-benar membawa berkat dan wawasan baru bagi saya.  

Dalam Kenal Mitra ini, Ibu Evi, sebagai host, ngobrol santai dengan Ibu Ruwi dan Bapak Adi dari STT Intheos Surakarta. Mereka bercerita tentang perjalanan kemitraan STT Intheos dengan SABDA, mulai dari pemanfaatan bahan digital untuk mengajar, pelatihan teknologi bagi mahasiswa, sampai keterlibatan dalam berbagai program pelayanan digital. Saya merasakan semangat yang luar biasa dalam percakapan ini, terutama ketika mereka membahas pentingnya memperlengkapi generasi muda untuk melayani Tuhan dengan alat-alat digital yang relevan. Menurut saya, STT Intheos dan SABDA punya visi yang sejalan: memperlengkapi pelayan Tuhan secara utuh, baik secara rohani maupun teknologi.  

Untuk acara kedua, yaitu Kenal Produk, Ibu Evi ditemani oleh Sdr. Yoesmarlan dari tim SABDA Resources. Mereka mengupas tuntas produk YLSA, yaitu Paket Paskah 2025, yang menurut saya luar biasa lengkap! Ada renungan harian, komik digital dari Kingstone Indonesia, bahan seminar, sampai media kit. Semua bahan ini bisa digunakan oleh gereja, komunitas, sekolah, maupun pribadi yang ingin merayakan Paskah dengan cara yang kreatif dan tetap alkitabiah. Bagi saya, yang paling menarik adalah semuanya gratis dan bisa langsung diakses lewat situs SABDA Paskah.

Menurut saya, kedua acara IG Live ini saling melengkapi. Di satu sisi, saya diajak melihat bagaimana kolaborasi digital bisa memperluas dampak pelayanan teologi. Di sisi lain, saya dibekali dengan sumber-sumber bahan praktis yang membantu merayakan Paskah secara bermakna. Menariknya juga, suasana acara live ini terasa santai, tetapi isinya padat. Jika Sahabat SABDA belum sempat mengikuti kedua IG Live ini, saya sangat menyarankan untuk mampir ke Instagram @sabda_ylsa dan menonton arsip video kedua acara ini. Selain di Instagram, Sahabat SABDA juga bisa mengakses arsipnya di situs SABDA Live.

Oke, sampai di sini dulu ya tulisan saya kali ini. Terima kasih sudah membacanya sampai selesai. Sampai jumpa di cerita-cerita menarik berikutnya dari pelayanan SABDA. Mari terus bergerak bersama dalam pelayanan digital, membawa firman Tuhan makin dekat dan relevan untuk generasi ini! Salam AI-4-GOD!

SABDA Youth Learning Center Maret 2025: Pengorbanan dan Penebusan

14 May, 2025 - 10:00

Hai, Sahabat SABDA! Bersyukur sekali bisa kembali menyapa dan berbagi cerita dengan Sahabat SABDA! Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman luar biasa dari Youth Learning Center (YLC) edisi Maret yang telah berlangsung pada 17–20 Maret 2025. Tema yang kami bahas adalah Sacrifice & Atonement (Pengorbanan dan Penebusan). Puji Tuhan, sebanyak 27 peserta terlibat dalam YLC Maret. Sebagai fasilitator, saya sangat bersyukur bisa mengenal dan berdiskusi bersama teman-teman youth dari berbagai latar belakang. Diskusi YLC ini berlangsung selama empat hari, dan setiap harinya penuh dengan insight baru dan semangat untuk berdiskusi.

Diskusi diawali dengan menonton video dari The Bible Project yang berjudul Pengorbanan dan Penebusan. Peserta diajak menelusuri bagaimana dosa merusak hubungan manusia dengan Allah. Dalam Perjanjian Lama, Allah menetapkan sistem pengorbanan hewan sebagai simbol penebusan. Namun, dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristus datang sebagai korban yang sempurna. Melalui salib dan kebangkitan-Nya, Ia mematahkan kuasa dosa dan memberi keselamatan kepada siapa pun yang percaya. Baptisan dan perjamuan kudus kini menjadi lambang kasih dan karya penebusan Kristus.

Pada hari kedua, peserta diberi tugas untuk mencari bahan multimedia seputar pengorbanan dan penebusan dari berbagai sumber. Hasilnya sangat beragam, ada yang berbagi konten khotbah, video refleksi, grafis, dan berbagai konten media sosial. Bahan-bahan ini dapat memperkaya diskusi dengan peserta saling menanggapi. Hari ketiga, kami kembali menyimak video dari The Bible Project yang berjudul Mesias. Peserta diajak merenungkan bagaimana nubuat tentang kedatangan Mesias digenapi dalam pribadi Yesus Kristus. Ia adalah Raja yang dijanjikan, tetapi datang sebagai Hamba yang menderita dan menggenapi rencana keselamatan Allah. Sebagai penutup, pada hari ke-4, peserta kembali ditantang untuk mencari konten digital yang relevan dengan tema Mesias. Hasil pencarian peserta sangat beragam, mulai dari konten-konten di Instagram, TikTok, hingga Podcast rohani. Nah, pada hari terakhir, kami mengadakan Appreciation Night yang dilakukan secara live di Instagram @sabda_mlc. Dalam acara ini, kami mengapresiasi rekan-rekan yang telah berkomitmen mengikuti diskusi hingga selesai.

Secara keseluruhan, diskusi dalam YLC Maret 2025 jadi momen pembelajaran yang seru, interaktif, dan penuh makna. Bagi Sahabat SABDA yang belum sempat ikut, jangan lewatkan YLC pada bulan-bulan selanjutnya. Sampai jumpa dalam YLC berikutnya, Sahabat SABDA! Tuhan Yesus memberkati!

Shema — Awal yang Menjadi Panggilan

13 May, 2025 - 10:00

Saya bersyukur karena pada 24 – 27 Februari 2025 menjadi momen yang sangat spesial. Selain mengusung tema yang kuat Shema, momen ini juga menandai resminya peluncuran perdana diskusi SABDA Youth Learning Center (YLC).

Sebagai bagian dari tim YLC, saya ikut terlibat dalam persiapannya. Saya merasa seperti sedang membuka lembaran baru: ruang belajar untuk generasi muda yang rindu bertumbuh dalam iman, bukan hanya secara pengetahuan, tetapi juga dalam ketaatan kepada Tuhan.

Tema perdana, Shema, bukan sekadar kata asing. Ini adalah panggilan. Dari Ulangan 6:4-5, kita diajak bukan hanya “mendengar” dengan telinga, tetapi merespons dengan hidup. “Dengarlah, hai Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa. Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.”

Sebelum diskusi dimulai, dibagikan video singkat berdurasi sekitar 1 menit dari The Bible Project yang berjudul Shema di WAG. Dari video tersebut, saya mulai bertanya: Apakah saya benar-benar mendengar suara Tuhan? Atau, hanya membiarkan firman-Nya lewat begitu saja? Video itu membuat diskusi pada hari pertama menjadi sangat mengena: pada era digital yang bising, bagaimana kita bisa menjadi generasi yang mendengar Tuhan dengan sungguh-sungguh?

Diskusi hari kedua dan ketiga membawa kami masuk lebih dalam lagi. Diskusinya ringan, tetapi bermakna dan menggugah kami untuk tidak hanya “mendengar”, tetapi juga melakukan — mulai dari hal kecil, seperti saat teduh yang konsisten dan memiliki keberanian untuk bersaksi di tengah komunitas. Yang saya sukai, diskusi ini tidak “menggurui”. Kami belajar bersama, saling mendengar, dan membangun.

Salah satu momen yang paling saya ingat adalah saat seseorang berkata, “Shema itu bukan tentang hafal firman Tuhan, tetapi hidup dalam firman Tuhan.” Kata-kata ini seperti cermin — mengingatkan saya bahwa relasi dengan Tuhan bukan soal teori, tetapi tindakan nyata. Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari awal perjalanan SABDA YLC ini. Bukan hanya karena temanya yang kuat, tetapi karena saya sadar: inilah komunitas yang saya butuhkan. Komunitas yang mendorong untuk terus bertumbuh — sebagai pemuda Kristen yang belajar mendengar dan taat kepada Tuhan.

Februari adalah awal diskusi YLC, dan Shema adalah panggilan. Saya percaya ini bukan sekadar program, tetapi sebuah gerakan. Dan, saya siap berjalan di dalamnya. Bagi Sahabat SABDA yang berusia 15 — 30 tahun bisa banget untuk mengikuti SABDA YLC ini. Silakan menghubungi kami di WA 0821-3313-3315 untuk informasi selanjutnya ya!

Komentar