Menjadi "kutu buku" yang hanya fokus pada membaca tanpa memahami kebenaran Alkitab dapat membuat seseorang terhalang dari terang sejati. Agustinus pernah merenungkan bahwa pengetahuannya sebelum mengenal Allah tidak membawa manfaat, sedangkan membaca Alkitab dengan penghayatan membawa pencerahan dan kebenaran yang menyelamatkan. Oleh karena itu, penting untuk mencintai dan membaca Buku Allah setiap hari agar mata kita dibuka terhadap kebenaran-Nya.
- Kutu buku
- Agustinus
- Alkitab
- Kebenaran
- Buku Allah
- Doa
- Kutu buku adalah istilah untuk pencinta buku, tetapi kecintaan yang terlalu berfokus pada buku saja dapat merugikan.
- Agustinus menyatakan bahwa membaca tanpa pemahaman kebenaran tidak memberikan manfaat dan mendorong untuk berpaling dari terang.
- Baca dan pahami Alkitab sebagai sumber kebenaran, bukan hanya fokus pada buku-buku lain.
- Buku dapat memberikan hiburan dan informasi, tetapi harus dibaca dengan pemahaman akan firman Tuhan.
- Direkomendasikan untuk meluangkan waktu setiap hari untuk membaca Alkitab, disertai doa.
- Alkitab dianggap sebagai sumber pengetahuan dan pengajaran tentang asal-usul dan identitas diri.
Bacaan: Mazmur 119:137-144
Kutu buku, begitulah sebutan kita bagi seorang pencinta buku. Sebagian dari kita dengan senang hati mengaku sebagai pencinta buku yang kecanduan membaca buku.
Meski demikian, menjadi kutu buku bukanlah hal yang baik jika itu merupakan satu-satunya hal yang kita sukai. Agustinus (354-430), teolog gereja mula-mula, mengatakan dalam bukunya "Confessions" (Pengakuan-Pengakuan) bahwa dulu ia adalah seorang kutu buku. Namun ia mengakui bahwa kecintaannya terhadap buku tidak memberi keuntungan sedikit pun baginya.
"Apa untungnya bila saya, ketika masih menjadi budak hina dari nafsu jahat, membaca dan memahami untuk diri sendiri setiap buku yang dapat saya temukan ...? Saya menikmati buku-buku itu tanpa mengetahui apakah sumber dari apa yang ada di dalamnya benar dan pasti. Sebab punggung sayalah yang menghadap terang dan wajah saya menghadap kepada hal-hal yang disinari terang itu; sehingga mata saya melihat hal-hal di dalam terang, tetapi di wajah saya sendiri tak ada terang yang terasa." Baru ketika Agustinus membuka pikirannya terhadap Buku Allah, yakni Alkitab, terang kebenaran yang menyelamatkan itu memenuhi jiwanya.
Buku-buku membanjir dari berbagai percetakan. Buku-buku ini dapat menghibur, memberikan informasi, dan sangat bermanfaat. Akan tetapi jika kita membacanya sambil "memunggungi terang" firman Tuhan, kita akan menjadi bebal terhadap kebenaran.
Jangan hanya menjadi pencinta buku -- tetapi cintailah Buku Allah! Dengan diiringi doa, luangkanlah waktu untuk membacanya setiap hari.
Holy Bible, Book divine,
Precious treasure, thou art mine;
Mine to tell me whence I came,
Mine to teach me what I am. -- Burton
DENGAN MEMBUKA ALKITAB, MATA ANDA AKAN BENAR-BENAR TERBUKA
Diambil dan disunting seperlunya dari:
| Nama publikasi | : e-Renungan Harian |
| Edisi | : 3 Juli 1998) |
| Penulis | : VCG |
| Alamat URL | : http://www.sabda.org/ |