Skip to main content

Penderitaan di Salib

Penderitaan dan pengurbanan Yesus di kayu salib memiliki makna yang dalam bagi orang Kristen, mencerminkan kasih-Nya yang besar meskipun disertai dengan siksa yang mengerikan. Mengingat kembali penderitaan-Nya seharusnya mendorong kita untuk lebih bersyukur atas pengorbanan-Nya, karena segala pengorbanan kita tidak akan pernah cukup dibandingkan dengan apa yang telah Dia korbankan untuk kita.

  • penderitaan Kristus
  • pengurbanan di Kalvari
  • makna penyaliban
  • hukuman mati
  • rasa sakit
  • syukur
  • Yesus menunjukkan kerendahan hati dan ketaatan hingga mati di kayu salib (Filipi 2:8).
  • Penderitaan Kristus di Kalvari termasuk penderitaan jasmani dan keterpisahan dari Bapa.
  • Dan Baumann dalam "Dare To Believe" menyoroti pentingnya memahami makna sebenarnya dari penyaliban dibandingkan dengan salib sebagai simbol.
  • Penyaliban adalah metode hukuman mati yang sangat menyakitkan dan mengenaskan di abad pertama.
  • Penting untuk mengenang penderitaan Kristus agar dapat berterima kasih atas pengurbanan-Nya yang besar.
  • Pengorbanan manusia tidak pernah cukup dibandingkan dengan pengorbanan Kristus yang memberikan segalanya bagi kita.

Bacaan: Yesaya 53

Nats: [Yesus] telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Filipi 2:8)

Sebagai orang kristiani, kita pasti memahami makna rohani pengurbanan Kristus di bukit Kalvari. Namun, kita dapat dengan mudah melupakan penderitaan hebat yang ditanggung Kristus di sana. Hal yang paling buruk pada peristiwa itu adalah keterpisahan-Nya dengan Bapa. Namun, penderitaan jasmani yang dialami-Nya pun sangat mengenaskan, di luar akal manusia.

Dalam bukunya "Dare To Believe", Dan Baumann membagikan beberapa pemikiran yang dapat memperdalam syukur kita terhadap tindakan Juru Selamat bagi kita. "Kita mungkin pernah secara tidak bijaksana, atau kadang tidak sadar, telah membuat salib menjadi barang mewah. Berbagai perhiasan dan menara salib memang indah dan menarik, tetapi tidak menampakkan makna penyaliban yang sebenarnya. Penyaliban adalah metode hukuman mati yang terberat pada abad pertama. Sang terhukum disandarkan pada kayu salib. Paku ditancapkan pada kedua tangan dan kaki sang terhukum, kemudian salib itu ditegakkan dan dipancangkan ke tanah. Itu membuat daging orang yang disalib terkoyak dan menyiksanya dengan rasa sakit yang amat mengerikan. Para sejarawan mengingatkan bahwa para prajurit yang melakukan penyaliban pun ngeri dengan penyaliban itu, sehingga mereka sering menenggak minuman keras untuk mematikan perasaan mereka."

Dengan ingatan yang jelas akan penderitaan jasmani Sang Juru Selamat, marilah kita mengucap syukur kembali atas pengurbanan-Nya di Kalvari. Dia begitu mengasihi kita, sehingga rela mati bagi kita sekalipun kematian-Nya di kayu salib mengerikan.

Pengorbanan Kita Tidak Pernah Cukup bagi Dia yang Mengurbankan Segala Milik-Nya untuk Kita.

Diambil dari:

Nama situs : Alkitab SABDA
Alamat URL : http://alkitab.sabda.org
Penulis : Richard De Haan
Tanggal akses : 1 Maret 2013