Ledakan Penginjilan | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Ledakan Penginjilan


Kategori: Resensi Buku Cetak, Misi Penginjilan

Judul asli : Ledakan Penginjilan
Penulis : D. James Kennedy
Penerjemah : --
Penerbit : E.E. International III, Jakarta, t.t.h.
Ukuran buku : 14 cm x 21 cm
Tebal : 391 halaman
Sumber : Pub. e-Buku edisi 07/2006

Dibangun atas dasar empat prinsip alkitabiah: setiap orang Kristen adalah saksi, gembala sidang perlu melatih kaum awam, penginjilan harus dipraktikkan, dan melatih pemenang jiwa lebih penting, maka James Kennedy menciptakan suatu metode penginjilan yang disebut "Evangelism Explosion" (EE). Menurut dia, setiap orang Kristen harus menjadikan bersaksi sebagai gaya hidup setiap hari.

Metode ini pertama-tama diterapkan di Jemaat Coral Ridge Presbyterian Church of Fort Lauderdale, Florida (tempat ia melayani), kemudian di ribuan gereja lain di Amerika Serikat, dan banyak negara lain di dunia. Di Indonesia sendiri, metode "E.E." telah dikenal oleh banyak gereja.

Apa yang diajarkan dalam metode EE diringkas dalam buku ini. Metode yang ditawarkan sangat praktis dan mudah untuk dipahami oleh orang yang sedang kita injili. Metode ini berusaha menyampaikan Injil secara halus kepada lawan bicara karena dimulai dengan pendekatan "persahabatan". Orang yang sedang kita injili tidak akan menolak secara kasar jika kita telah membangun persahabatan dengan dia secara baik. Penolakan hanya akan terjadi pada bagian "penyerahan diri". Mengapa? Karena pada bagian inilah kita menawarkan Kristus yang memberi hidup kekal. Tetapi yang terpenting bagi kita ialah bahwa Injil sudah kita sampaikan.

Metode Penginjilan EE terdiri dari empat bagian, yaitu:

  1. PERSAHABATAN

  2. INJIL (Anugerah, Manusia, Allah, Kristus, Iman)

  3. PENYERAHAN DIRI

  4. BIMBINGAN LANJUTAN/TINDAK LANJUT

Semuanya dibahas secara jelas termasuk cara penyampaiannya. Oleh sebab itu, miliki dan bacalah buku ini jika Anda memiliki kerinduan untuk memberitakan Injil kepada setiap orang yang belum mendengar berita Injil.

Peresensi: Iksan

Komentar