Bijak Mengelola Uang | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Loading

Bijak Mengelola Uang


Kategori: Resensi Buku Cetak, Keuangan

Judul buku : Bijak Mengelola Uang: Belajar dari Perumpamaan Yesus
Judul asli : Jesus` Parables About Money
Penulis/Penyusun : Gary Inrig
Penerjemah : Otniel Sintoro
Editor : Ellen Hanafi, Deesis Edith M.
Penerbit : Yayasan Gloria, Yogyakarta
Ukuran buku : 12,6 x 18,2 cm
Tebal : 48 halaman
ISBN : --
Buku Online : --
Download : --
Sumber : Pub. e-Buku edisi 107/2012

Banyak orang beranggapan bahwa uang adalah segalanya. Jika kita memunyai uang dan harta yang berlimpah, tentu segala hal yang kita inginkan dapat terpenuhi. Pandangan semacam ini sudah berkembang luas dalam masyarakat. Akibatnya, paham materialisme makin membudaya. Kita dibesarkan dalam suatu budaya masyarakat yang memberi iming-iming berupa janji-janji kekayaan, dan mengukur nilai seseorang atas dasar kekayaan serta kedudukannya.

Buku yang merupakan seri dinamika iman karangan Gary Inrig ini, menyoroti ajaran Yesus dalam tiga kisah perumpamaan tentang uang. Perumpamaan-perumpamaan tersebut adalah: perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh, bendahara yang cerdik, serta pekerja yang bersungut-sungut. Jika hanya melihat sekilas dari judul, kita mungkin beranggapan bahwa buku ini hanya berisi tip mengelola uang dengan bijak. Namun, isi sebenarnya justru jauh lebih kaya. Selain cara mengelola uang menurut ajaran Yesus, buku ini juga menjelaskan secara lebih rinci mengenai perumpamaan-perumpamaan yang telah disebutkan di atas. Penulis menyertakan ayat-ayat pendukung, kutipan ayat, dan tafsiran kondisi orang Yahudi pada abad pertama -- abad ketika Yesus mengajar. Selain itu, buku ini juga dilengkapi ilustrasi-ilustrasi menarik seputar uang.

Buku ini cocok dibaca oleh setiap orang yang rindu untuk mengerti maksud Yesus melalui ketiga perumpamaan itu. Diharapkan setelah membaca buku ini, Anda menjadi semakin bijaksana dalam menyikapi dan mengelola uang Anda. Mengapa? Tuhan memanggil kita supaya kita menggunakan uang untuk alasan yang bersifat kekal. Tentu saja, sebab uang dan harta tidak dibawa mati. Selamat membaca!

Peresensi: Ami Grace Y.

Komentar