Buku "Remuknya Insan dan Keluarnya Roh" karya Watchman Nee memberikan pemahaman mendalam tentang proses peremukan jiwa manusia agar dapat mengalami karya Tuhan secara leluasa. Penulis menekankan bahwa penderitaan dan tantangan adalah bagian penting dari perjalanan iman, di mana pemahaman dan niat hati kita dapat dibersihkan. Kesaksian ini merekomendasikan buku tersebut sebagai sarana untuk mengenal lebih dekat kebenaran Tuhan dalam hidup kita.
- Buku: Remuknya Insan dan Keluarnya Roh
- Watchman Nee
- proses peremukan
- insan jasmaniah
- insan batiniah
- Kedagingan dan tantangan
- pengalaman rohani
- Penulis menyukai membaca buku sebagai sarana berbicara dengan Tuhan.
- Buku "Remuknya Insan dan Keluarnya Roh" oleh Watchman Nee memberikan refleksi mendalam bagi pembaca.
- Buku ini tidak menawarkan cara mudah untuk menjadi Kristen sejati; kejujuran penulis menggambarkan tantangan yang harus dihadapi.
- Menyoroti pentingnya peremukan insan lahiriah agar Tuhan dapat berkarya dalam hidup kita.
- Buku membahas proses pemisahan keinginan dan niat hati demi tujuan ilahi.
- Pengalaman pribadi penulis dalam memahami penderitaan sebagai bagian dari proses spiritual.
- Buku mengajak pembaca untuk merespon secara pribadi terhadap proses peremukan dan keinginan akan karya Roh dalam hidupnya.
- Penulis merekomendasikan buku ini karena banyak pelajaran spiritual yang dapat diterima pembaca.
Ditulis oleh: Tanie Maria S.
Membaca buku adalah salah satu hobi saya. Sudah cukup banyak buku yang dipakai Tuhan sebagai sarana untuk berbicara kepada saya secara pribadi. Berbeda dengan mendengarkan khotbah, buku memberikan banyak keleluasaan untuk merenungkan setiap kata yang dituliskan. Buku juga memberi waktu bagi pembacanya untuk dapat berhenti sewaktu-waktu untuk merenungkan, menyerap maknanya, berdoa dan berbicara kepada Tuhan saat sebuah kalimat menghujam ke lubuk hatinya yang paling dalam.
Salah satu buku yang "berbicara" banyak kepada pribadi saya sampai hari ini adalah buku karya Watchman Nee berjudul "Remuknya Insan dan Keluarnya Roh" (diterbitkan oleh Yayasan Perpustakaan Injil, Surabaya). Jarang saya menjumpai tulisan dalam sebuah buku yang bisa menggemakan Firman Tuhan secara terus menerus seperti yang saya temui dalam buku ini. Buku "kuno" setebal 181 halaman ini semula tidak terlalu menarik bagi saya. Melihat cover dan judulnya yang kurang atraktif membuat saya menunda pembacaan buku ini cukup lama.
Berbeda dari kebanyakan buku Kristen populer yang diminati orang pada umumnya, "Remuknya Insan dan Keluarnya Roh" sama sekali tidak men
